News  

Pajak Restoran Masuk Kas Daerah, Bank Sumut Dukung QRESTO Tingkatkan PAD



MEDAN – PT Bank Sumut (Perseroda) menunjukkan komitmen perseroan dalam mendukung pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak melalui berbagai transformasi digital yang dicanangkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian, dalam peluncuran QRESTO atau Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization di Medan, Senin (27/4/2026) sore.

QRESTO adalah metode pembayaran digital yang memperluas penggunaan QRIS untuk pembayaran pajak restoran secara otomatis. Sistem ini merupakan sinergi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut dan Pemko Medan.

Sandhy menjelaskan bahwa Bank Sumut terus memacu transformasi digital perbankan, termasuk dalam hal pembayaran, guna memberi kemudahan kepada masyarakat pengguna dan mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Dengan QRESTO, pajak yang dibayarkan konsumen saat membeli makanan di restoran akan langsung dipisahkan oleh sistem untuk masuk ke kas daerah. Sehingga restoran tidak perlu lagi membayar pajak secara manual,” jelas Sandhy dalam peluncuran QRESTO di Medan, Senin (27/4/2026).

Menurut Sandhy, Bank Sumut siap mendukung program-program pemerintah untuk pembangunan daerah, termasuk dalam hal penghimpunan dana untuk optimalisasi pendapatan daerah.

Ia menyebut perluasan penggunaan QRIS Bank Sumut untuk pembayaran restoran melalui QRESTO akan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah. Metode split payment atau pemisahan pembayaran pajak dalam QRESTO membuat pajak restoran otomatis tertampung ke kas daerah, tidak lagi dikelola oleh merchant.

“Ini juga menjadi bukti bahwa teknologi informasi BPD mampu bersaing dengan bank himbara maupun swasta lain di Indonesia,” tambahnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Rudy B Hutabarat, mengatakan bahwa bank sentral mendukung penuh digitalisasi pembayaran di segala sektor, bahkan untuk optimalisasi pendapatan daerah.

Rudy pun menyebut QRESTO dengan split payment untuk meningkatkan pajak daerah sebagai inovasi terbaru karena QRIS selama ini hanya digunakan untuk sistem pembayaran.

“Selama ini QRIS hanya digunakan untuk alat pembayaran, sekarang untuk tax optimization melalui splitting payment. Ini merupakan inovasi terbaru untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan memanfaatkan teknologi yang pada ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Rudy.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan QRESTO sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam hal pembayaran (creative financing) dalam peningkatan PAD.

“Pemko menginginkan agar pajak yang dibayar masyarakat dikelola dengan transparan, dan kembali lagi kepada masyarakat. QRESTO ini akan membuat pengelolaan pajak lebih akuntabel,” ujar Rico.

Adapun restoran asal Jepang Sushi Tei menjadi pilot project yang menggunakan QRESTO di waralaba mereka yang terdapat di Mal Sun Plaza Medan. Peluncuran QRESTO di Medan ini juga menjadi yang pertama di Indonesia.

Rico menyebut split pajak akan membuat pembayaran pajak langsung tercatat dan akurat, meminimalisir potensi kebocoran pendapatan, serta meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak.

“Split pajak juga akan meningkatkan kepercayaan publik baik terhadap pengelolaan keuangan daerah, perbankan, pengusaha, maupun pemerintah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *