Penanganan Paus Raksasa di Jembrana Terus Berlangsung
Proses penanganan dan pengubungan paus raksasa yang ditemukan di wilayah Jembrana, Bali, akan dilanjutkan hari ini, Kamis (7/5). Sebelumnya, kegiatan tersebut terkendala oleh cuaca hujan deras yang berlangsung hingga kemarin malam. Paus jenis sperma betina dewasa ini memiliki panjang sekitar 17 meter, dan kini menjadi perhatian banyak pihak.
Salah satu rencana yang akan diterapkan adalah pengambilan tulang paus oleh Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) untuk keperluan museum. Proses nekropsi telah selesai dilakukan oleh JSI kemarin sore. Dari arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya Direktorat Jenderal Konservasi Spesies dan Genetik (KSG), ada rencana untuk memanfaatkan biota laut tersebut sebagai sarana edukasi.
Menurut Marendra Erlangga, petugas Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar, proses selanjutnya masih ditangani oleh PKBSI. Namun, informasi mengenai apakah nantinya akan dilakukan penguburan terlebih dahulu atau pemisahan tulang dengan daging masih menunggu arahan dari Direktur KSG.
“Yang handle (penanganan) sekarang masih dari PKBSI tersebut. Mereka juga masih mempersiapkan proses perizinannya sebelum eksekusi,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Pengamanan di Lokasi Paus Terdampar
Di sisi lain, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menyatakan bahwa pihaknya tetap melakukan pengamanan di lokasi sekitar ditemukannya paus terdampar. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Petugas bahkan berjaga hingga menginap di sekitar lokasi sejak ditemukan, Selasa (5/5) kemarin.
Mamalia laut tersebut adalah hewan yang dilindungi undang-undang, sehingga perlu adanya pengawasan ketat. “Nggih, sejak ditemukan kita berjaga untuk pengamanan. Dia mengimbau agar masyarakat ikut mengawasi dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan undang-undang,” pesannya.
Partisipasi PKBSI dalam Penanganan Paus
Disamping itu, pihak dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) sudah berada di Jembrana untuk melakukan penanganan lanjutan terhadap paus sperma betina yang memiliki panjang 17 meter tersebut.
“Tentunya kita tetap melakukan pengamanan sembari dilakukan penanganan oleh pihak terkait,” tegasnya.
Rencana Penggunaan Tulang Paus untuk Edukasi
Dalam rencana penggunaan paus tersebut, tulang paus akan digunakan untuk keperluan edukasi. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi satwa laut. Proses pengambilan tulang akan dilakukan setelah mendapatkan izin resmi dari pihak terkait.
Sejumlah langkah telah diambil untuk memastikan bahwa proses penanganan paus ini berjalan secara baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk dalam hal ini adalah pengawasan ketat dari pihak berwajib dan kerja sama antara berbagai instansi terkait.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
- Proses nekropsi telah selesai dilakukan.
- PKBSI sedang mempersiapkan perizinan untuk pengambilan tulang paus.
- Pihak berwajib terus melakukan pengamanan di lokasi ditemukannya paus.
- Paus merupakan hewan yang dilindungi undang-undang, sehingga perlu adanya pengawasan.
- Rencana penggunaan tulang paus untuk keperluan edukasi sedang dipersiapkan.




