BERITA  

Menbud Fadli Zon: 14 Seniman Indonesia Tampil di Venice Biennale 2026



JAKARTA — Indonesia akan kembali mengirimkan kontingen seninya ke Venice Biennale 2026 di Italia. Sebanyak 14 seniman atau perupa direncanakan turut ambil bagian untuk memamerkan karya mereka di salah satu ajang seni rupa paling bergengsi di dunia tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut tahun ini menjadi momentum kembalinya pelaku seni Indonesia ke Venice setelah sempat absen dalam beberapa tahun terakhir. Dia menilai kehadiran para seniman Tanah Air di panggung seni internasional ini sebagai penanda penting bagi eksistensi dan perkembangan seni rupa Indonesia.

Fadli Zon menyatakan bahwa 14 seniman yang akan diberangkatkan ke Venice Biennale 2026 telah melalui proses kurasi yang ketat. Komposisi peserta pun dibuat dengan memadukan antara seniman yang telah mapan dan talenta baru.

Mereka adalah Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E Hartanto, Theresia Agustina Sitompul (Terre), Mariam Sofrina, Rusyan Yasin, Aniel Karoba, Valerio Vidigal Oki, Annisa Aqila, Eva Rosyadiatul Wardah, Muhammad Boy Farhan, Muhammad Alfariz, dan Rahmad Putra.

“Yang paling senior itu Pak Agus Wage, dan juga ada seniman-seniman lainnya, termasuk dari daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Papua,” katanya seusai membuka Art Jakarta Gardens 2026, Selasa, (5/5/2026)

Fadli Zon menjelaskan bahwa para seniman Indonesia tidak membawa karya dari Tanah Air untuk dipamerkan di Venice Biennale 2026. Sebaliknya, mereka akan langsung menciptakan karya di lokasi melalui metode residensi.

Kementerian Kebudayaan pun menyewa sebuah sekolah grafis tua di Venice yang difungsikan sebagai Paviliun Indonesia, tempat para seniman menjalani residensi selama dua bulan. Sekitar satu bulan sebelumnya, mereka telah berangkat dan mulai mengerjakan karya di sana.

“Mudah-mudahan karya-karya mereka mendapat respons dan apresiasi. Karya-karya ini dibuat di sana melalui konsep residensi,” tuturnya.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa dirinya berencana turut hadir dalam pembukaan Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026. Dia berharap ke depan semakin banyak karya perupa Indonesia yang bisa tampil, tidak hanya di Venice Biennale, tetapi juga di berbagai biennale lain di sejumlah negara.

Venice Biennale tahun ini akan berlangsung dari 9 Mei hingga 22 November 2026. Ajang ini merupakan salah satu pameran seni tertua yang sejak 1895 sekaligus paling berpengaruh di dunia, yang diselenggarakan setiap dua tahun.

Daftar Seniman yang Terpilih

Berikut adalah seniman-seniman yang akan ikut serta dalam pameran di Venice Biennale 2026:

  • Agus Suwage
  • Syahrizal Pahlevi
  • Nurdian Ichsan
  • R.E Hartanto
  • Theresia Agustina Sitompul (Terre)
  • Mariam Sofrina
  • Rusyan Yasin
  • Aniel Karoba
  • Valerio Vidigal Oki
  • Annisa Aqila
  • Eva Rosyadiatul Wardah
  • Muhammad Boy Farhan
  • Muhammad Alfariz
  • Rahmad Putra

Proses Kurasi yang Ketat

Proses seleksi dan kurasi seniman dilakukan dengan sangat teliti. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa komposisi peserta dibuat dengan memadukan antara seniman yang sudah mapan dan talenta-talenta baru. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa karya-karya yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di panggung internasional.

Selain itu, seniman yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Papua. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi seniman dari berbagai latar belakang dan wilayah.

Konsep Residensi

Para seniman tidak membawa karya dari Indonesia untuk dipamerkan. Sebaliknya, mereka akan menciptakan karya secara langsung di lokasi pameran melalui konsep residensi. Kementerian Kebudayaan menyewa sebuah sekolah grafis tua di Venice yang difungsikan sebagai Paviliun Indonesia.

Selama dua bulan, seniman akan menjalani residensi di paviliun tersebut. Mereka juga telah berangkat satu bulan sebelum acara dimulai agar dapat mempersiapkan karya secara maksimal.

Harapan Menteri Kebudayaan

Fadli Zon berharap karya-karya yang dihasilkan oleh seniman Indonesia di Venice Biennale 2026 mendapatkan respons dan apresiasi dari publik internasional. Ia juga berencana untuk hadir dalam pembukaan Paviliun Indonesia.

Selain itu, ia berharap semakin banyak karya perupa Indonesia yang bisa tampil di berbagai biennale di berbagai negara. Dengan demikian, seni rupa Indonesia akan semakin dikenal dan dihargai di dunia internasional.

Tanggal Pelaksanaan Venice Biennale 2026

Venice Biennale 2026 akan berlangsung dari 9 Mei hingga 22 November 2026. Ajang ini merupakan salah satu pameran seni tertua di dunia, yang telah berlangsung sejak 1895. Diselenggarakan setiap dua tahun, Venice Biennale menjadi ajang yang sangat dihargai oleh seniman dan penggemar seni di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *