Respons Mencengangkan dari BCS Meski PSS Sleman Kalah dari Garudayaksa FC
Meskipun PSS Sleman harus menerima kekalahan tragis dari Garudayaksa FC di partai final Liga 2, respons yang diberikan oleh Brigata Curva Sud (BCS) justru mengejutkan banyak pihak. Alih-alih memberikan kritik tajam, para pendukung PSS Sleman justru memberi motivasi dan pesan semangat kepada para pemain.
Respons ini terlihat dari unggahan di akun Instagram resmi PSS Sleman. Beberapa komentar dari penggemar menyampaikan rasa bangga terhadap perjuangan tim, meskipun gagal meraih gelar juara.
- “Rapopo man, gur kalah mergo kurang hoki ng penalty. Intine Musim depan ojo ngasi Degradasi meneh. Baik buruk harimu, BANGGA TAK TINGGALKANMU!!”
- “terimakasih para punggawa untuk kerja kerasnya!!! ayo fokus liga 1!!! bismillah,”
- “TETEP SEMANGAT MAN KOE WES SANGARR,”
- “MAKASI BANYAKKK MANN, PERJUANGAN KALIAN LUAR BIASA. HARUS DI APRESIASI ???? LOP U!!”
- “MBOTEN NOPO NOPO MANNN!! KALIAN TETAP TERBAIKK, MATUR SUWUN SAMPUN BERJUANG HINGGA AKHIR!! SEKALI SLEMAN TETAP SLEMAN!! ALEEE,12”
- “maturnuwun sampun berjuang. bangga, tetep ijo arep pie wae,”
- “tetap bangga,”
Komunitas BCS juga terlihat sangat antusias dalam mendukung PSS Sleman. Di tribun penonton, mereka melakukan koreo bendera roket raksasa yang mengelilingi stadion. Bendera tersebut menjadi simbol perjalanan PSS Sleman yang melejit ke Liga 1 (Super League).
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Pertandingan dimulai dengan serangan agresif dari PSS Sleman. Namun, di menit pertama, Frederic Injai terjatuh di kotak penalti, namun lebih dulu ia offside. Menit 2′, Riko Simanjuntak menarik jersey lawan, menghasilkan tendangan bebas bagi Garudayaksa FC.
Di menit 5′, Ega Rizky keluar kandang dan melanggar Everton Nascimento, sehingga mendapat kartu kuning. Garudayaksa FC mendapat tendangan bebas, namun bisa dihalau.
Menit 22′, PSS Sleman melakukan kesalahan fatal dengan membiarkan lini belakang kosong. Alfin Faiz Kelilaw bisa menyundul bola yang berusaha ditangkap Ega Rizky, dan sukses mengubah keadaan. GOL!!! 0-1, Garudayaksa FC memimpin.
Menit 36′, Garudayaksa FC kembali mencetak gol lewat tendangan penalti dari Everton Nascimento. Skor 0-2.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Garudayaksa FC langsung berusaha menekan. Menit 46′, Riko Simanjuntak mengumpan jauh ke dalam kotak putih, tapi bola justru lebih dekat ke kiper. Di menit 61′, Gustavo Tocantins berhasil mencetak gol untuk PSS Sleman, skor 1-2.
Menit 92′, Gustavo Tocantins kembali mencetak gol, membawa skor menjadi 2-2. Babak pertama extra time berakhir tanpa perubahan skor.
Babak Extra Time
Di babak pertama extra time, kedua tim saling menyerang dengan sengit. Beberapa peluang tercipta, namun belum ada yang mengubah keadaan. Tensi tinggi pertandingan ini terlihat dari hujan kartu kuning yang keluar dari kantong wasit.
Di babak kedua extra time, Garudayaksa FC langsung menekan dengan cepat. Namun, tendangan langsung ke gawang kurang terarah, dan mudah saja ditangkap kiper. PSS Sleman berusaha mencari celah, namun kali ini lebih tenang.
Babak Adu Penalti
Garudayaksa FC:
1. Everton Nascimento: Gagal (bola melambung tinggi di atas mistar)
2. Manda Cingi: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
3. Christian Frydek: Sukses (bisa mengecoh kiper)
4. Dedi Tri Maulana: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
5. Taufik Hidayat: Sukses (tendangan keras, kiper terkecoh).
PSS Sleman:
1. Junior Haqi: Sukses (bisa mengecoh kiper)
2. Kevin Gomes: Gagal (bola ditepis kiper)
3. Irvan Mofu: Sukses (tendangan keras dan mengecoh kiper)
4. Alfareza: Sukses (kiper membaca arah bola tapi tak bisa membendung)
5. Gustavo Tocantins: Gagal (bola ditepis kiper)
Skor akhir, Garudayaksa FC menang melalui babak adu penalti dengan skor 4-3.
Evaluasi Pasca-Kekalahan
Menarik dinantikan evaluasi apa saja yang akan diambil oleh manajemen dan tim kepelatihan PSS Sleman pasca kekalahan dari Garudayaksa FC. Bagaimanapun, respons positif dari BCS menunjukkan bahwa dukungan para penggemar tetap kuat, meskipun tim gagal meraih gelar juara.




