BERITA  

Menjelang Idul Adha, Kapolres Klaten Patroli Pasar Hewan Jatinom, Ingatkan Waspadai Transaksi Tunai

Persiapan Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah di Pasar Hewan Jatinom

Masyarakat Muslim mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha yang diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Tahun ini, berbagai persiapan dilakukan, termasuk dalam hal transaksi hewan kurban. Di Pasar Hewan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, geliat aktivitas perdagangan hewan kurban semakin terasa.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi SH SIK MSi bersama jajaran melakukan patroli dan pemantauan di kawasan pasar hewan pada Kamis (14/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, turut serta pula Kodim, Dinas Peternakan Kabupaten Klaten, serta petugas UPT Puskeswan Jatinom.

Selain memantau situasi keamanan, aparat juga melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas yang sering meningkat saat transaksi jual beli hewan kurban ramai dilakukan secara tunai. AKBP Moh Faruk Rozi mengatakan bahwa kehadiran aparat di sini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Betul sekali kehadiran kami di sini selain mendampingi peternakan maupun petugas UPT Puskeswan Jatinom juga ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kami hadir di sini untuk melaksanakan pengamanan. Karena memang ketika menjelang Idul Adha itu pasti transaksi di pasar hewan ini akan meningkat,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau kepada pedagang maupun pembeli agar lebih waspada saat membawa uang tunai dalam jumlah besar. Mereka diingatkan untuk tidak lengah, terutama saat berada di lingkungan pasar.

“Kalau mau pakai cash itu kan uangnya dibawa ke mana-mana. Jadi hati-hati dan juga hati-hati potensi uang palsu. Dicek ya, takutnya mungkin tidak semuanya tapi ada beberapa dari total yang mereka bayar itu berpotensi (ada uang palsunya),” tambahnya.

Terkait potensi pencurian ternak, Faruk menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan hukuman tegas kepada pelaku. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera dan menjaga keamanan pasar hewan.

Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Informasi ini disampaikan oleh drh. Ana Widya Sari dari UPT Puskeswan Jatinom.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sapi yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom dalam kondisi sehat. “Untuk penyakit PMK saat ini tidak ada di Pasar Hewan Jatinom. Sapi-sapi yang masuk sudah kami periksa dari ciri fisik, mulut, hidung, dan tidak ditemukan gejala seperti pincang, demam, maupun air liur berlebihan,” ujar drh. Ana Widya Sari.

Ana juga mengingatkan para pedagang agar tidak membawa sapi yang sedang sakit ke pasar. Hal ini dilakukan karena dapat menimbulkan potensi penularan penyakit di pasar hewan.

“Himbauannya untuk pedagang-pedagang yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom diusahakan sapi yang sakit jangan dibawa ke pasar karena akan mengakibatkan penularan di Pasar Hewan Jatinom,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *