Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Pada bulan Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah. Hal ini karena keutamaan yang sangat besar dalam menjalankan amalan kebaikan pada 10 hari pertama bulan tersebut. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai oleh Allah daripada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan, amal kebaikan pada hari-hari itu lebih baik daripada jihad di jalan Allah, kecuali bagi orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya dan kembali dengan tidak membawa apa-apa.
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah memiliki manfaat yang luar biasa. Oleh karena itu, banyak umat Muslim yang berlomba-lomba untuk menjalankannya. Namun, terdapat beberapa orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan yang belum terlaksana. Pertanyaannya, apakah boleh menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dengan puasa qadha Ramadhan?
Jawabannya adalah bisa. Bahkan, seseorang yang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah sekaligus puasa qadha Ramadhan akan mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala puasa sunnah Dzulhijjah dan pahala puasa qadha Ramadhan.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Dzulhijjah
Bacaan niat puasa qadha Ramadhan di bulan Dzulhijjah cukup mudah. Menurut pandangan ulama fikih Hanafiyah, Syafiiyah, dan Imam Ahmad, melaksanakan puasa qadha Ramadan di hari puasa sunnah sah hukumnya dan bahkan mendapatkan dua pahala sekaligus.
Niat puasa qadha Ramadhan di bulan Dzulhijjah dapat dibaca sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Niat ini bisa dibaca malam hari atau sebelum waktu Subuh, seperti membaca niat puasa Ramadan.
Niat Puasa Dzulhijjah
Bagi mereka yang ingin menjalankan puasa Dzulhijjah saja, cukup membaca niat berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”
Jika lupa berniat pada malam hari, boleh berniat di pagi hari sebelum waktu dzuhur, dengan lafal:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”
Manfaat Menggabungkan Puasa Sunnah dan Puasa Qadha
Dengan menggabungkan puasa sunnah Dzulhijjah dan puasa qadha Ramadhan, seseorang tidak hanya memenuhi kewajibannya, tetapi juga mendapatkan pahala tambahan dari puasa sunnah. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk menjalankan puasa secara maksimal, baik dalam bentuk puasa wajib maupun puasa sunnah.

Dengan memperhatikan niat dan cara pelaksanaannya, setiap puasa yang dilakukan akan memiliki makna dan nilai spiritual yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami tata cara dan bacaan niat puasa qadha serta puasa sunnah agar dapat menjalankannya dengan benar dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.






