BERITA  

Video Aktivis Global Sumud Dikunci Tangan Diunggah Menteri Israel, Picu Kecaman Dunia

Kecaman Internasional terhadap Penahanan Aktivis Global Sumud Flotilla oleh Israel

Video penahanan aktivis Global Sumud Flotilla oleh pasukan Israel memicu reaksi keras dari berbagai pihak di seluruh dunia. Rekaman yang menampilkan para aktivis berlutut dengan tangan terikat di atas dek kapal menjadi sorotan utama, dan video tersebut dikirimkan ke media sosial X. Video singkat ini memperlihatkan puluhan aktivis asing yang duduk dengan dahi menyentuh lantai kapal sambil diiringi lagu kebangsaan Israel. Mereka dikelilingi oleh petugas Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir yang tampak mencemooh.

Flotilla adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan armada kapal kecil yang berlayar bersama dalam satu misi. Armada Global Sumud berangkat dari Turkiye pekan lalu, dengan tujuan menembus blokade Israel terhadap Gaza. Blokade ini telah berlangsung sejak 2007, sehingga menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Armada ini membawa bantuan kemanusian serta ratusan aktivis dari berbagai negara.

Pihak berwenang Israel mengatakan bahwa sekitar 430 aktivis dari armada tersebut ditahan di pelabuhan Ashdod, Israel selatan. Beberapa dari mereka sudah tiba di sana dan sedang dalam proses pemeriksaan. Namun, kelompok hak asasi manusia Adalah menyatakan bahwa beberapa aktivis telah dibawa ke wilayah Israel tanpa izin mereka sendiri.

Kritik Dari Dalam Negeri Israel

Tidak hanya kecaman internasional, tetapi juga kritik dari dalam negeri Israel terhadap tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menilai tindakan Ben Gvir tidak sesuai dengan nilai dan norma negara. Ia memerintahkan pihak berwenang untuk mendeportasi para aktivis provokator secepatnya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengecam tindakan Ben Gvir sebagai “pertunjukan memalukan” yang merugikan negara.

Ben Gvir menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa ia bangga bertanggung jawab atas operasi melawan pendukung teror. Ia menilai gambar yang muncul sebagai “sumber kebanggaan besar”, meskipun tidak disukai oleh Saar. Tindakan Ben Gvir ini menimbulkan perdebatan internal di Israel, karena sebagian pihak merasa tindakan tersebut tidak proporsional dan bisa merusak citra negara.

Pembebasan Aktivis dan Desakan Internasional

Italia mengecam perlakuan Israel terhadap aktivis Global Sumud Flotilla. Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan bahwa tindakan Israel tidak dapat diterima dan menuntut pembebasan warga negara Italia yang ditahan. Ia menegaskan bahwa perlakuan terhadap para pengunjuk rasa melanggar martabat manusia dan tidak dapat ditoleransi. Desakan serupa datang dari Spanyol dan Indonesia, yang menyerukan pembebasan semua kapal dan awaknya.

Armada Global Sumud juga membawa 15 warga negara Irlandia, termasuk Margaret Connolly, saudara perempuan Presiden Catherine Connolly. Mereka berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza yang telah diblokade Israel sejak 2007. Blokade ini menyebabkan kekurangan makanan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya di wilayah tersebut. Israel terkadang bahkan menghentikan pengiriman bantuan sepenuhnya selama perang.

Upaya armada sebelumnya bulan lalu dicegat di perairan internasional lepas pantai Yunani. Sebagian besar aktivis dipulangkan ke Eropa, sementara dua orang dibawa ke Israel, ditahan beberapa hari, dan kemudian dideportasi. Kini, kejadian serupa kembali terjadi, dan kritik terhadap tindakan Israel semakin meningkat.

Penahanan Aktivis dan Perspektif Hamas

Hamas menilai rekaman tersebut sebagai bukti “kemerosotan moral dan sadisme” para pemimpin Israel. Sementara itu, Adalah mengecam tindakan Israel sebagai penyiksaan dan penghinaan terhadap aktivis yang menentang kejahatan berkelanjutan terhadap rakyat Palestina. Menurut mereka, para peserta sipil yang berlayar untuk memberikan bantuan kemanusiaan telah diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel di luar kehendak mereka.

Kementerian Luar Negeri Israel membantah bahwa armada tersebut merupakan aksi kemanusiaan. Mereka menyatakan bahwa semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel untuk bertemu perwakilan konsuler masing-masing. Namun, banyak pihak masih meragukan kebenaran pernyataan ini dan menuntut transparansi serta keadilan dalam penanganan kasus ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *