Emiten EMAS Mulai Eksplorasi Tambang Pani, Targetnya Apa?

Proyeksi Kinerja Keuangan EMAS pada Tahun 2026

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sedang memperkuat posisi strategisnya dalam industri pertambangan emas di Indonesia. Salah satu proyek utama yang saat ini sedang dikembangkan adalah Tambang Emas Pani, yang terletak di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kini tengah menjalankan program diamond deep drilling dengan kedalaman mencapai 3.600 meter. Tujuannya adalah untuk menguji potensi tambahan sumber daya emas di area tersebut.

Saat ini, Tambang Emas Pani memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas sebesar 0,75 gram per ton (g/t), setara dengan sekitar 7 juta ounces emas. Cadangan ini berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektar, yang merupakan bagian dari total wilayah konsesi perseroan seluas 14.670 hektar.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, menyatakan bahwa dimulainya produksi di Pani memberikan posisi yang lebih strategis bagi perusahaan untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi emas di area yang lebih dalam. Dalam program ini, EMAS telah menyiapkan enam titik pengeboran yang akan digunakan untuk evaluasi potensi perluasan sumber daya mineral.

“Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” ujar Boyke dalam keterangannya.

Hasil eksplorasi sebelumnya menunjukkan adanya indikasi mineralisasi emas di luar area pengeboran sebelumnya. Oleh karena itu, EMAS kini menjalankan program diamond drilling sedalam 3.600 meter untuk mengevaluasi potensi perluasan sumber daya mineral yang telah dimiliki Tambang Emas Pani.

Pada tahap awal, EMAS menyiapkan enam titik pengeboran dengan satu unit rig yang telah beroperasi, sementara rig kedua dijadwalkan mulai bekerja bulan depan. Jika hasil awal menunjukkan prospek positif, perseroan membuka peluang untuk memperbesar skala program eksplorasi.

Eksplorasi di Kolokoa dan Lone Pine

Selain fokus pada Pani, EMAS juga melakukan eksplorasi di Kolokoa. Sampai saat ini, perseroan telah menyelesaikan program pengeboran awal sebanyak 54 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 11.701,6 meter. Dengan nilai investasi sekitar US$ 2,4 juta dalam enam bulan terakhir, EMAS menetapkan target eksplorasi Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton.

“Saat ini perseroan tengah menyiapkan estimasi perdana sumber daya mineral yang ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026,” kata Boyke.

Selain itu, EMAS juga akan memperluas program eksplorasi dengan memulai kegiatan pengeboran di Lone Pine pada semester II 2026. Perseroan menyiapkan survei geofisika menggunakan metode Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter yang dijadwalkan berlangsung pada Juni atau Juli 2026 demi mendukung pemetaan potensi mineral di area eksplorasi.

Proyeksi Kinerja Keuangan EMAS pada Tahun 2026

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memproyeksikan kinerja keuangan perseroan akan berbalik untung pada tahun buku 2026. Proyeksi tersebut setelah perusahaan mencatatkan lonjakan rugi bersih pada tahun buku 2025 sebesar 116% menjadi Rp 459 miliar.

Boyke mengatakan target optimistis pada tahun ini usai perusahaan sudah menangguk pendapatan dari penjualan emas di tambang Emas Pani. Menurut dia, kinerja keuangan yang masih negatif pada 2025 mencerminkan fase pembangunan proyek tambang.

“Perseroan memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan produksi emas sebesar 100-115 ribu ons,” kata Boyke dalam keterangan resminya.

Boyke menjelaskan, selama fase pembangunan proyek tambang, perusahaan masih berada pada tahap konstruksi sehingga belum mencatat pendapatan dari produksi emas. Adapun per 27 Februari 2026 EMAS telah melakukan pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Setelah kerja sama dengan Antam, EMAS akan mulai mencatat penjualan emas pertama pada kuartal pertama 2026. EMAS juga menandatangani perjanjian penjualan emas atau Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan ANTM sebagai pembeli.

Menurut Boyke, dimulainya produksi emas di proyek Pani menandai transisi penting bagi perusahaan dari tahap pembangunan menuju produksi komersial. “Fokus kami saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *