Kekalahan Jannik Sinner di Rolland Garros: Laga Terhenti 20 Menit

Kekalahan Jannik Sinner di Roland Garros 2026

Jannik Sinner, salah satu unggulan teratas dalam turnamen tenis Grand Slam tanah liat Roland Garros 2026, harus menerima kekalahan di putaran kedua. Ia kalah dari petenis Argentina, Juan Manuel Cerundolo, dalam pertandingan yang berlangsung selama 3 jam 36 menit dengan skor akhir 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, dan 1-6.

Sinner sebelumnya dikenal sebagai pemain yang sangat kuat di lapangan tanah liat. Namun, kali ini ia menghadapi tantangan besar karena kondisi cuaca yang ekstrem. Pada laga tersebut, suhu mencapai 32 derajat Celsius, yang membuatnya mengalami kepanasan. Hal ini secara signifikan memengaruhi performanya.

Meski sempat dirawat selama 20 menit di ruangan tertutup, Sinner tidak berhasil memperbaiki kondisinya. Ia bahkan gagal menuntaskan set ketiga yang seharusnya menjadi kemenangan baginya. Di set ketiga, Sinner unggul 5-1 atas Cerundolo, tetapi pada momen krusial tersebut, ia mengeluhkan kondisi lapangan dan cuaca yang sangat panas.

Kontroversi di Set Ketiga

Peristiwa kontroversial terjadi saat Sinner meminta perawatan dari wasit. Wasit menyetujui permintaannya, dan Sinner dibawa ke ruangan tertutup untuk mendapatkan perawatan. Ini adalah hal yang tidak biasa, karena biasanya pertandingan akan terus berlanjut meskipun ada pemain yang membutuhkan perawatan.

Selama 20 menit, Sinner mendapatkan perawatan, tetapi ketika kembali ke lapangan, ia tidak bisa melanjutkan pertandingan dengan baik. Ia disebut mengalami sakit kepala dan penurunan kondisi fisik yang parah. Meski begitu, ia memilih untuk melanjutkan pertandingan, tetapi akhirnya kalah di set-set berikutnya.

Pengalaman Sinner dengan Cuaca Panas

Ini bukan pertama kalinya Sinner menghadapi masalah dengan cuaca panas. Dalam beberapa tahun terakhir, ia sering mengalami gangguan panas saat bertanding di turnamen lain seperti Wimbledon 2025 dan Australian Open 2026.

Pada Australian Open 2026, Sinner juga mengalami kram saat bermain di bawah terik matahari. Pada momen itu, ia sedang unggul 2-1 di set ketiga. Namun, saat skor 40-40, ia tiba-tiba mengalami kram dan harus meninggalkan lapangan. Wasit langsung memberikan instruksi untuk menutup atap stadion Melbourne Park.

Penjelasan dari Australian Open

Setelah kejadian tersebut, pihak Australian Open memberikan penjelasan. Mereka menyatakan bahwa penutupan atap bukan dilakukan untuk keuntungan Sinner, tetapi karena suhu yang sangat tinggi dan bisa membahayakan para pemain.

Mereka menyebutkan bahwa pengukuran tingkat panas di Australian Open 2026 melebihi angka 5.0. Akibatnya, pertandingan dan latihan di lapangan outdoor dihentikan sementara waktu. Atap dari tiga arena yang digunakan untuk bertanding ditutup, dan para pemain harus melanjutkan pertandingan di bawah naungan atap.

Meski ada kontroversi, keputusan tersebut dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga keselamatan para atlet. Sinner sendiri akhirnya berhasil memenangkan set ketiga dan melanjutkan pertandingan hingga kemenangan akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *