Bukan Sembarangan Naturalisasi, John Herdman Jelaskan Alasan Timnas Indonesia Butuh Pemain Diaspora



John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menjelaskan alasan mengapa skuad Garuda tetap membutuhkan pemain naturalisasi dari diaspora.

Jelang FIFA Matchday Juni 2025, John Herdman memberikan pernyataan terkait persiapan jangka panjang Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah menjadi yang terbaik di tingkat AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia). Skuad Garuda memiliki beberapa keunggulan yang bisa dimaksimalkan untuk mencapai target tersebut.

Kemampuan unik yang dimiliki oleh pemain Indonesia, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi senjata ampuh dalam pertandingan. Piala Asia 2027 akan digelar pada 7 Januari hingga 5 Februari tahun depan, dan Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Lawan-lawan yang cukup berat, namun Herdman percaya bahwa kualitas pemain Indonesia mampu memberi kejutan dalam pertandingan.

“Tujuan utama kami adalah menjadi yang terbaik di AFC (Piala Asia 2027) dalam hal-hal yang bisa menjadi keunggulan Indonesia,” ujar John Herdman.

“Kami memiliki kemampuan unik untuk menjadi yang terbaik secara taktis di AFC. Mempersiapkan diri untuk AFC adalah tujuannya,” tambahnya.

Namun, ada target besar yang ingin dicapai Herdman, yaitu membawa Indonesia ke panggung Piala Dunia 2030. Untuk mencapai tujuan ini, ia menyusun sistem yang kuat. Berikut tiga tujuan utama yang ingin dicapai:

  • Pertama, menciptakan sistem berkinerja tinggi yang akan mendukung kualifikasi Piala Dunia.
  • Kedua, meningkatkan keterampilan setiap departemen dalam struktur tim agar lebih siap.
  • Ketiga, merekrut lebih banyak pemain level satu dan dua.

“Kami memiliki Piala Dunia 2030 sebagai gambaran besarnya dan seperti yang telah saya sampaikan kepada siapa pun yang mau mendengarkan.”

“Kami memiliki tiga tujuan utama, yang pertama adalah menciptakan sistem berkinerja tinggi yang akan mendukung kualifikasi Piala Dunia,” kata Herdman.

Dukungan untuk sistem tersebut juga harus kuat, mulai dari keterampilan sumber daya manusia, alat, pengetahuan hingga pengalaman. Setelah itu, tujuan kedua adalah meningkatkan kualitas pemain.

“Terus meningkatkan keterampilan setiap departemen dalam struktur tim kami untuk membekali mereka dengan keterampilan, alat, pengetahuan, dan pengalaman.”

“Tujuan kedua adalah merekrut lebih banyak pemain level satu dan level dua,” lanjut Herdman.

Meski begitu, pemain tetap dibagi berdasarkan level kompetisi yang mereka ikuti. Di sinilah Herdman menyebut bahwa Indonesia masih membutuhkan pemain naturalisasi dari diaspora untuk membela Timnas Indonesia.

“Level satu adalah mereka yang bermain di lima liga teratas dunia, sedangkan level dua adalah mereka yang bermain di luar liga-liga tersebut.”

“Baik itu dengan mempercepat perkembangan pemain kita di Indonesia dan menggunakan tim nasional sebagai batu loncatan untuk masuk ke liga-liga top.”

“Atau merekrut pemain diaspora yang bisa mewakili negara kita,” pungkas John Herdman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *