Kekalahan yang dialami Indonesia dalam laga pamungkas Singapore Open 2026 semakin memperdalam luka yang dirasakan oleh para atlet dan penggemar bulu tangkis tanah air. Tim Indonesia gagal membawa pulang gelar juara setelah sebelumnya kehilangan kesempatan emas di babak final ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri harus menerima kekalahan dari wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Minggu (31/5/2026). Ini adalah kali kelima dalam lima final mereka harus puas dengan predikat runner-up. Kekalahan ini menjadi duka bagi Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan besar dalam kompetisi internasional.
Selain itu, kekalahan juga terjadi di partai final tunggal putra. Alex Lanier dari Prancis sukses menjadi juara setelah mengalahkan Loh Kean Yew, jagoan tuan rumah, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung selama 74 menit. Loh Kean Yew sebenarnya memiliki ambisi besar untuk mengakhiri masa penantian Singapura dalam gelaran Singapore Open. Terakhir kali Singapura memiliki juara tunggal putra adalah pada tahun 1962 melalui Raihan Wee Choon Seng.
Selain itu, Singapura juga belum memiliki wakil yang menjadi juara di kandang sendiri sejak tahun 2010, ketika pasangan ganda putri Shinta Mulia Sari/Yao Lei berhasil meraih gelar. Loh Kean Yew mencoba memperbaiki situasi tersebut, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Lanier.
Pertandingan antara Loh dan Lanier berjalan sangat sengit. Di gim pertama, Loh mampu mengontrol permainan hingga skor 19-17. Namun, kesalahan Lanier dalam menyeberangkan shuttlecock dari depan net membuatnya kehilangan game point. Loh sempat memimpin dengan smes menyilang, tetapi bola hanya menabrak net.
Di gim kedua, Lanier lebih dulu mendapatkan momentum dengan unggul 7-1. Ia mempertahankan keunggulan hingga interval dengan selisih enam angka. Loh mencoba bangkit setelah jeda dan berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 13-14. Namun, Lanier kembali memperkuat posisinya dengan melesakkan enam poin beruntun, memaksa Loh kehilangan momentum. Meski Loh berhasil menambah dua poin, Lanier tetap memenangkan gim kedua.
Di gim ketiga, Lanier benar-benar menguasai permainan. Ia unggul tujuh angka di interval dan mencapai match point dengan skor 20-11. Loh mencoba membalas dengan tiga angka, tetapi Lanier sukses menutup pertandingan dengan reli yang mengesankan. Hasil ini menjadi gelar kedua Lanier pada turnamen BWF World Tour Super 750 tahun ini, setelah sebelumnya menjuarai Orleans Masters 2026.
Berikut rekap hasil final Singapore Open 2026:
- WD: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China/1) vs Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China/4)
Skor: 20-22, 19-21
WS: An Se-young (Korea Selatan/1) vs Akane Yamaguchi (Jepang/3)
Skor: 21-11, 17-21, 21-19
XD: Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark/5) vs Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara (Jepang)
Skor: 17-21, 21-12, 21-12
MD: Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India/4) vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia/3)
Skor: 18-21, 21-17, 21-16
MS: Alex Lanier (Prancis) vs Loh Kean Yew (Singapura)
- Skor: 17-21, 21-15, 21-14
Hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam persaingan bulu tangkis dunia. Namun, semangat dan kerja keras para atlet tetap menjadi harapan untuk masa depan yang lebih cerah.






