Peringatan untuk Jemaah Haji Indonesia Terkait Barang Bawaan
Jemaah haji Indonesia diingatkan agar tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin saat akan kembali ke Tanah Air. Larangan ini ditegaskan oleh petugas selama proses penimbangan bagasi yang dilakukan dua hari sebelum jadwal keberangkatan jemaah dari Arab Saudi.
Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar menyampaikan bahwa air zamzam masih menjadi barang yang paling sering ditemukan dalam koper jemaah meski sosialisasi telah berulang kali dilakukan. Ia menegaskan bahwa air zamzam dilarang dibawa dalam koper.
Selain air zamzam, jemaah juga dilarang membawa aerosol, benda tajam, senjata mainan, barang berbahaya, serta baterai dan powerbank ke dalam koper bagasi karena berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Norman menjelaskan bahwa batas maksimal berat koper bagasi adalah 32 kilogram. Jika melebihi ketentuan tersebut, jemaah diminta mengurangi isi koper terlebih dahulu dan tidak dikenakan biaya tambahan saat proses penimbangan.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak mengikat koper menggunakan tali rafia atau melapisinya secara berlebihan dengan lakban. Hal ini dapat menghambat proses pemeriksaan keamanan melalui mesin X-ray dan memperlambat penanganan bagasi.
Aturan Bagasi dan Koper Kabin
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal menjelaskan bahwa setiap jemaah akan mendapatkan fasilitas bagasi dan koper kabin. Namun keduanya memiliki aturan yang harus dipatuhi.
Untuk bagasi, selain dibatasi maksimal 32 kilogram, jemaah tidak diperbolehkan membawa benda cair seperti air zamzam, barang tajam, barang berbahaya, maupun powerbank.
Sementara untuk koper kabin, jemaah tidak boleh membawa cairan lebih dari 100 mililiter, senjata tajam, senjata api, serta uang tunai senilai lebih dari 25 ribu SAR atau Rp 100 juta dalam jumlah yang melebihi ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
“Kalau membawa uang tunai lebih dari 25 ribu riyal tentu akan diperiksa oleh otoritas bandara,” kata Ihsan.
Proses Pemeriksaan dan Pengeluaran Barang Terlarang
Ihsan menjelaskan bahwa seluruh koper yang telah ditimbang di hotel kemudian dikirim ke gudang maskapai untuk menjalani pemeriksaan X-ray secara detail. Pemeriksaan dilakukan dengan pengawasan petugas haji Indonesia.
Apabila ditemukan barang-barang yang dilarang, akan dikeluarkan dari koper. Khusus untuk air zamzam, petugas tidak akan mengembalikannya kepada pemilik karena harus dimusnahkan sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi.
Karena itu, Ihsan meminta jemaah tidak khawatir kehilangan hak atas air zamzam. Sebab, pemerintah telah menyiapkan distribusi air zamzam setibanya jemaah di Tanah Air.
“Setiap jemaah akan mendapatkan air zamzam sebanyak lima liter atau satu galon di debarkasi masing-masing. Jadi tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi,” ujarnya.
Harapan untuk Kelancaran Proses Pemulangan
Ihsan berharap seluruh jemaah mematuhi aturan barang bawaan agar proses pemulangan berjalan lancar, aman, dan seluruh bagasi dapat terangkut bersama penerbangan menuju Indonesia.






