SURABAYA – Perayaan Dies Natalis ke-38 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tidak hanya menjadi ajang peringatan bertambahnya usia institusi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., saat memberikan orasi ilmiah bertajuk “Membangun Ekosistem Pendidikan Tinggi yang Kolaboratif, Inovatif, Berdampak untuk Kemandirian Bangsa” di Auditorium Gedung Pascasarjana PENS, Kamis (4/6/2026).
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Prof. Fauzan membuka orasinya dengan menyinggung budaya unik yang dimiliki PENS. Menurutnya, tradisi pantun yang kerap mewarnai berbagai kegiatan kampus menjadi ciri khas yang membedakan PENS dari banyak perguruan tinggi lainnya.
“Yang membedakan PENS dengan perguruan tinggi lain salah satunya adalah tradisi pantunnya,” ujarnya yang disambut antusias peserta yang memenuhi auditorium.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengajak seluruh sivitas akademika memandang Dies Natalis bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk mengevaluasi perjalanan institusi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi masa depan.
Menurutnya, perjalanan PENS selama hampir empat dekade menunjukkan konsistensi kampus tersebut dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
“Perjalanan panjang PENS hingga saat ini menunjukkan bahwa kampus ini berada di jalur yang tepat sebagai institusi pendidikan vokasi yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian yang telah diraih PENS, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selamat atas berbagai prestasi dan capaian gemilang yang telah diraih PENS selama ini,” tambahnya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Fauzan menekankan pentingnya transformasi di lingkungan pendidikan tinggi. Namun, menurutnya, transformasi tidak cukup dimaknai sebagai perubahan kebijakan, sistem administrasi, atau pergantian program semata.
Transformasi yang sesungguhnya, kata dia, harus mampu menghasilkan perubahan mendasar yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Untuk menggambarkan konsep tersebut, ia menggunakan analogi yang mudah dipahami. Ia membandingkan proses pergantian kulit pada ular dengan metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu.
Menurutnya, ular memang mengalami perubahan fisik ketika berganti kulit, tetapi karakter dan perilakunya tetap sama. Sebaliknya, ulat mengalami proses panjang hingga akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda.
“Ular hanya berganti kulit, tetapi hakikatnya tetap sama. Berbeda dengan ulat yang bertransformasi menjadi kupu-kupu. Itulah gambaran transformasi yang sesungguhnya,” jelasnya.
Melalui analogi tersebut, Prof. Fauzan menegaskan bahwa setiap perubahan yang dilakukan perguruan tinggi harus berorientasi pada dampak. Kampus dituntut menghasilkan inovasi, riset, serta solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
“Transformasi belum berarti apa-apa apabila belum memberikan dampak. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses transformasi tidak pernah berlangsung secara instan. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi untuk mencapai perubahan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada para mahasiswa PENS yang tengah menjalani proses pendidikan. Menurutnya, masa kuliah merupakan fase penting untuk membangun kompetensi, karakter, serta kemerdekaan berpikir yang akan menjadi bekal saat terjun ke dunia kerja maupun masyarakat.
Karena itu, ia berharap lulusan PENS tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjadi agen perubahan.
“Mahasiswa yang lulus dari PENS harus menjadi kupu-kupu. Mereka harus memiliki keterampilan, karakter, serta menjadi manusia yang merdeka dan siap memberikan kontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.






