Dinas Pendidikan DKI Jakarta Pastikan Siswa Terdampak Kebakaran Tetap Bisa Ikuti Ujian
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan siswa yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat tetap dapat mengikuti evaluasi akhir semester melalui mekanisme ujian susulan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga hak pendidikan siswa yang terkena dampak musibah.
Nahdiana menjelaskan bahwa Disdik DKI telah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terdampak kebakaran untuk memastikan layanan pendidikan tetap terpenuhi. Ia menekankan bahwa sistem ujian susulan sudah disiapkan sejak awal, dan tidak hanya berlaku bagi siswa yang terkena kebakaran, tetapi juga untuk siswa yang sakit atau mengalami halangan lain.
“Jadi memang diberikan untuk ujian susulan. Kalaupun misalkan enggak ada musibah kebakaran, yang anak-anak bisa saja sakit atau berhalangan, jadi dalam skema ujian itu ada ujian utama, ada ujian susulan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pendataan Siswa Terdampak Masih Berlangsung
Saat ini, sebagian sekolah di Jakarta tengah melaksanakan evaluasi akhir semester. Namun pelaksanaannya tidak dilakukan secara serentak karena disesuaikan dengan kalender akademik masing-masing sekolah. Oleh karena itu, Disdik DKI masih melakukan pendataan terhadap siswa terdampak kebakaran yang belum sempat mengikuti ujian akibat musibah tersebut.
“Betul, itu sudah dilakukan. Sedang didata oleh tim kami. Kan tidak semua anak yang terdampak itu apakah dia belum mengikuti ujian atau belum, ini sedang didata,” tambahnya.
Meskipun bangunan sekolah tidak terdampak kebakaran, banyak siswa yang mengalami kesulitan karena tempat tinggal mereka hangus dilalap api. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa kehilangan tempat tinggal sementara dan membutuhkan penanganan khusus agar tetap dapat melanjutkan kegiatan belajar.
Disdik Buka Posko Bantu Dokumen Pendidikan
Selain menyiapkan ujian susulan, Disdik DKI juga membuka posko layanan bagi warga yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran. Posko tersebut bertugas membantu pengurusan berbagai dokumen penting seperti ijazah maupun berkas pendidikan lainnya yang ikut terbakar.
“Anak-anak juga kan kita buka posko bagi yang dokumen-dokumen pendidikannya seperti ijazah. Kan harus ada laporan, nah kita buka posko untuk kita bantu diteruskan ke pihak terkait,” ujar Nahdiana.
Ia berharap seluruh siswa terdampak kebakaran tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa hambatan meski tengah menghadapi musibah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran dapat segera terpenuhi.






