Peristiwa Berdarah di Mamuju Tengah, Suami Tega Bunuh Istri dan Anak
Sebuah peristiwa tragis terjadi di Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Seorang perempuan ditemukan tewas di lokasi kejadian setelah diserang oleh suaminya sendiri. Selain korban perempuan, anak dari pasangan tersebut juga menjadi korban dalam kejadian ini.
Korban anak mengalami luka akibat tebasan dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, pelaku diduga langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan motif kejadian tersebut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward Hamsah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses penyelidikan.
Kepala Dusun Manurung, Aco Ranta, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tiba di lokasi setelah kejadian terjadi. “Saya tiba di lokasi, istrinya sudah ditemukan meninggal dunia,” ujar Aco Ranta.
Pihak kepolisian bersama warga dan tokoh masyarakat setempat masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Mereka juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti di lokasi kejadian.
Pengejaran Massif Dilakukan
Menurut Edward, pengejaran massif dilakukan menyusul kaburnya pelaku dari lokasi kejadian. “Puluhan personel kami kerahkan, dibantu oleh warga setempat, untuk melakukan pengejaran dan menyisir titik-titik yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku,” ujar Edward.
Selain itu, polisi juga terus memperluas jangkauan pencarian dengan bantuan anjing pelacak. Polres Mamuju Tengah mendapat bantuan anjing pelacak dari Polda Sulawesi Barat untuk memburu pelaku. Personel khusus dari Polda Sulbar juga dikerahkan membantu pencarian.
Motif Masih Diselidiki
Hingga kini, motif pembunuhan yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya masih dalam penyelidikan. Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky Kristanto Abadi, melalui Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward Hamsah, menyatakan bahwa motifnya belum bisa disimpulkan dan disampaikan karena pelaku belum tertangkap.
Edward menegaskan bahwa informasi mengenai motif pelaku karena gangguan jiwa akibat mempelajari ilmu hitam tidak benar. “Motifnya belum bisa kami sampaikan karena pelaku masih dalam pengejaran, jangan ada asumsi,” tegasnya.
Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Dengan tambahan personel dan anjing pelacak tersebut, tim gabungan diharapkan mampu memperluas jangkauan pencarian dan menyisir lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Pihak kepolisian berharap dapat segera menemukan pelaku dan mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa berdarah ini.
Pencarian dan penyelidikan terus berlangsung, dan pihak kepolisian akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan terbaru.






