BERITA  

Pemkab Batang Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Subah

Pemkab Batang Percepat Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah

Pemerintah Kabupaten Batang terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Celapar, Kecamatan Subah. Proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari program pendidikan nasional, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Dinas Sosial Kabupaten Batang menyebut bahwa kesiapan administrasi dan lahan pembangunan kini hampir rampung sepenuhnya. Berbagai dokumen pendukung seperti lingkungan, tata ruang, hingga legalitas lahan telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah setempat dalam memastikan kelancaran proyek yang akan berdampak besar bagi wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Batang, Willopo mengatakan bahwa proyek Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang didukung penuh oleh pemerintah daerah. “Progres kesiapan dokumen sudah mencapai sekitar 99,99 persen. Dokumen lingkungan seperti UKL-UPL dan DED hampir selesai, setelah itu dilanjutkan proses PBG dan Andalalin,” ujarnya.

Lokasi pembangunan telah dipastikan sesuai dengan tata ruang dan bebas dari persoalan hukum maupun sengketa lahan. Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8,3 hektare di Desa Celapar. “PKKPR sudah terbit dan lokasi masuk kawasan permukiman perkotaan. Lahan juga dipastikan tidak masuk kawasan LSD maupun LP2B, sertifikatnya lengkap dan statusnya clean and clear,” jelasnya.

Pemkab Batang menargetkan tahapan awal pembangunan mulai berjalan pada Juni 2026. Beberapa proses yang dipersiapkan meliputi tender proyek, penghapusan aset, cut and fill hingga land clearing sebagai bagian pematangan lahan. “Harapannya Juli nanti konstruksi fisik sudah bisa dimulai,” ungkapnya.

Menurut Willopo, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai bagi warga sekitar Kecamatan Subah. Kebutuhan siswa berasrama, guru, tenaga kependidikan hingga pekerja outsourcing diperkirakan akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, mulai dari penyediaan bahan pangan, jasa laundry, hingga kebutuhan harian lainnya. “Ini akan memberi multiplier effect terhadap ekonomi warga sekitar. Aktivitas sekolah tentu membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat,” terangnya.

Selain itu, sekolah tersebut juga dirancang memiliki fasilitas sosial dan olahraga seperti lapangan sepak bola serta lapangan basket yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan memberikan manfaat tambahan.

Dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga datang dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah wilayah setempat. Pemerintah desa, kecamatan hingga Forkopimcam Subah disebut mendukung penuh percepatan pembangunan proyek tersebut. “Masyarakat berharap pembangunan ini segera terealisasi karena dinilai membawa dampak positif bagi wilayah Subah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, pembangunan fisik sekolah menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian terkait. Sementara Pemkab Batang bertugas memastikan kesiapan lahan dan seluruh persyaratan administrasi proyek. “Pemkab berkomitmen menuntaskan seluruh readiness criteria agar pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *