BERITA  

Plafon kantor kelurahan Nangkaan Bondowoso roboh

Kebocoran Talang Air Diduga Jadi Penyebab Plafon Kantor Kelurahan Nangkaan Ambruk

Pada Jumat (5/6/2026), plafon lantai dua Kantor Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, mengalami kerusakan parah hingga ambruk. Kejadian ini terjadi saat kantor masih dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, kejadian tersebut menyebabkan struktur kuda-kuda bangunan juga ikut runtuh.

Peristiwa pertama kali diketahui oleh para pegawai saat tiba di kantor pada pagi hari. Mereka menemukan bahwa plafon lantai dua telah jatuh dan menutupi sebagian ruangan. Menurut Penjabat (Pj) Lurah Nangkaan, Ribut Tjahjono, kejadian ini diduga terjadi pada malam hingga dini hari sebelum aktivitas kantor dimulai.

“Mungkin kejadiannya tadi pagi atau tadi malam, kami tidak tahu pasti,” ujarnya.

Menurut Ribut, penyebab utama ambruknya plafon diduga berasal dari kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk dan keropos. Sejak bangunan tersebut berdiri pada 2017, bagian plafon yang runtuh belum pernah mendapatkan perbaikan menyeluruh. Ruangan yang terdampak selama ini digunakan sebagai ruang rapat dan ruang kerja bagi para kepala seksi di lingkungan Kelurahan Nangkaan.

Untuk memastikan keamanan, seluruh aktivitas pelayanan dan pekerjaan sementara dipindahkan ke lantai satu. “Iya, untuk sementara waktu ruangan di lantai dua tidak digunakan untuk aktivitas dulu,” katanya.

Seorang pegawai mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, bagian plafon yang kini ambruk disebut telah ditopang menggunakan bambu selama kurang lebih empat tahun. Menurutnya, kebocoran talang air menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur kayu penyangga.

“Talang airnya sudah bocor dari dulu, sehingga air mengikis kayu di sana sampai rapuh. Kalau sudah ada yang rapuh, bagian lain akhirnya ikut ambruk,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, sejumlah instansi terkait langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim dan Ciptaru), serta pihak kecamatan telah melakukan asesmen awal terhadap kerusakan bangunan.

Kepala Dinas Perkim dan Ciptaru Bondowoso, Dadan Kurniawan, membenarkan bahwa tim teknis telah diterjunkan setelah menerima laporan terkait insiden tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penghitungan kebutuhan biaya perbaikan sebelum usulan rehabilitasi diajukan.

“Tim sudah melakukan survei di lapangan dan saat ini masih menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)-nya,” kata Dadan.

Faktor-faktor yang Memicu Kerusakan Bangunan

Beberapa faktor utama yang diduga menyebabkan kerusakan pada plafon dan struktur kantor antara lain:

  • Kondisi kayu penyangga yang sudah keropos

    Kayu penyangga yang digunakan dalam konstruksi bangunan sudah lama mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan struktur bangunan secara keseluruhan.

  • Kebocoran talang air

    Kebocoran talang air yang terjadi sejak lama menjadi penyebab utama kerusakan kayu penyangga. Air yang masuk ke dalam struktur kayu mempercepat proses keropos dan melemahnya struktur.

  • Tidak adanya perbaikan berkala

    Sejak bangunan berdiri pada tahun 2017, tidak ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan yang bisa terjadi kapan saja.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah Setempat

Setelah kejadian tersebut, pemerintah kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perkim dan Ciptaru segera melakukan langkah-langkah berikut:

  • Peninjauan lokasi oleh tim teknis

    Tim teknis dari Dinas Perkim dan Ciptaru serta BPBD Bondowoso telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

  • Survei dan perhitungan anggaran

    Seluruh data dan kondisi kerusakan bangunan telah dikumpulkan. Tim sedang melakukan perhitungan kebutuhan anggaran perbaikan dengan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

  • Pemindahan aktivitas kantor

    Untuk menjaga keselamatan pegawai dan pengunjung, semua aktivitas kantor sementara dipindahkan ke lantai satu hingga perbaikan selesai.

Kebutuhan Perbaikan dan Proses Rehabilitasi

Dalam waktu dekat, rencana perbaikan akan diajukan ke pihak terkait. Proses rehabilitasi akan melibatkan perbaikan struktur bangunan, termasuk penggantian kayu penyangga yang rusak dan penguatan struktur agar lebih kokoh.

Selain itu, perlu adanya perawatan rutin untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ini mencakup pemeriksaan berkala terhadap talang air dan struktur bangunan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *