BERITA  

Fakta Baru Kasus Mandiri Taspen Purwokerto: Dana Rp1 M Menghilang dalam Sehari

Korban Mandiri Taspen Purwokerto Kaget dengan Dana Miliaran Rupiah yang Tiba-Tiba Masuk dan Menghilang

Korban dari Mandiri Taspen Purwokerto kini mengalami kejadian yang mengejutkan. Sejumlah pensiunan mengaku mendapati dana misterius sebesar Rp1 miliar tiba-tiba masuk ke rekening mereka, lalu menghilang dalam waktu singkat. Hal ini terjadi pada 1 Mei 2026, dan kini menjadi sorotan utama dalam skandal dugaan penipuan yang melibatkan mantan karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto.

Dalam kasus ini, para korban mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah mengajukan kredit atau menandatangani akad pinjaman yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Temuan ini terungkap setelah para korban bersama tim pendamping hukum memeriksa dokumen rekening dan mutasi transaksi yang selama ini belum mereka cermati secara detail.

Salah satu korban, Sumarni (67), pensiunan ASN yang juga berstatus janda pensiunan, mengaku terkejut saat mengetahui adanya transaksi bernilai ratusan juta rupiah di rekening miliknya. Sumarni memiliki dua rekening yang berkaitan dengan fasilitas pensiun. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya aliran dana lebih dari Rp400 juta pada salah satu rekening dan sekitar Rp187 juta pada rekening lainnya.

“Kami tidak pernah merasa mengajukan pinjaman sebesar itu. Tidak pernah ada akad, tidak pernah tanda tangan untuk kredit sebesar itu. Baru tahu hari ini setelah diperlihatkan datanya,” kata Sumarni kepada Tribunbanyumas.com.

Anak Sumarni, Dani (40), mengatakan keluarganya sama sekali tidak mengetahui adanya perputaran dana tersebut. Menurut dia, uang ratusan juta rupiah itu sempat masuk lalu keluar kembali dalam waktu singkat. “Kami melihat ada transaksi sekitar Rp400 juta lebih. Uang itu muncul, lalu keluar lagi. Dari mana sumbernya, kapan proses pinjamannya, siapa yang mengajukan, dan ditransfer ke mana, kami tidak tahu.”

Temuan serupa juga dialami Sri, warga Kecamatan Purwokerto Utara. Ia mengaku di rekeningnya tercatat dana sekitar Rp200 juta masuk pada 1 Mei 2026. Namun hanya berselang beberapa jam, dana tersebut kembali keluar dari rekeningnya. Sri mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman maupun menandatangani dokumen kredit.

Sementara itu, RM, warga Kecamatan Cilongok, juga menemukan adanya transaksi serupa. Pada tanggal yang sama, rekening miliknya tercatat menerima dana sekitar Rp300 juta. Namun dana tersebut kembali berpindah pada hari itu juga. Padahal RM mengaku tidak pernah melakukan akad kredit.

Pola transaksi yang kini ditemukan para korban tersebut berbeda dengan dugaan modus yang sebelumnya menyeret mantan karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto bernama Dika. Dalam kasus yang selama ini dilaporkan para korban, modus yang dijalankan Dika umumnya berupa pengajuan kredit melalui prosedur yang terlihat sesuai ketentuan. Para nasabah kemudian diberikan iming-iming keuntungan dari investasi dengan janji memperoleh keuntungan jutaan rupiah setiap bulan.

Namun dalam temuan terbaru ini, para korban justru mengaku tidak pernah mengajukan kredit, tidak pernah menandatangani akad pinjaman, namun rekening mereka mencatat adanya dana ratusan juta rupiah yang masuk dan keluar kembali dalam waktu singkat.

Belum diketahui sumber dana yang masuk ke rekening para korban maupun tujuan akhir perpindahan dana tersebut. Belum ada pula penjelasan resmi memastikan apakah transaksi tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit tertentu, proses administrasi internal, atau mekanisme lain yang masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *