Pengertian Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan di tengah bulan dalam kalender Hijriyah. Biasanya, puasa ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Setiap pertengahan bulan, kita diperbolehkan melaksanakan puasa ayyamul bidh, kecuali pada Hari Tasyrik. Puasa ini memiliki makna khusus karena terkait dengan kondisi alam dan keistimewaan waktu.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sama seperti ibadah puasa lainnya, untuk menjalankan puasa sunnah ayyamul bidh, sebaiknya membaca niat terlebih dahulu. Niat dari puasa sunnah ayyamul bidh adalah sebagai berikut:
“Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa sunnah ayyamul bidh memiliki banyak keutamaan dan mendatangkan pahala dari Allah SWT. Beberapa keutamaannya adalah:
- Puasa ayyamul bidh memiliki keutamaan yang sama seperti puasa sepanjang tahun. Dalam hadits disebutkan bahwa satu hari berpuasa sunnah akan memberikan kebaikan yang berlipat ganda sebanyak sepuluh kebaikan. Jika kita berpuasa tiga hari dalam satu bulan, maka kita akan mendapat 30 hari kebaikan.
- Apabila kita melakukan puasa sunnah ini secara rutin setiap bulan selama satu tahun, maka kita seperti berpuasa sepanjang tahun.
Puasa putih di sini bukan berarti hanya mengonsumsi bahan makanan berwarna putih. Melainkan merujuk pada tanda-tanda alam. Pada tanggal 13-15, bulan biasanya dalam kondisi penuh atau purnama. Oleh karena itu, puasa ayyamul bidh disebut puasa putih karena kondisi alam yang terang akibat cahaya bulan purnama.
Dengan berpuasa ayyamul bidh, kita secara tidak langsung menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dikatakan:
“Rasullullah SAW mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan salat Dhuha, (3) mengerjakan salat witir sebelum tidur.”
Keutamaan puasa ayyamul bidh juga mencakup penghidupan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan menjalankannya, kita dapat memperoleh berbagai manfaat spiritual dan kebaikan yang tak terhitung jumlahnya.
Kesimpulan
Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu bentuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Dengan menjalankannya, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang berlimpah, tetapi juga mengikuti jejak sunnah Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa rutin melakukannya agar selalu mendapat berkah dari Allah SWT. Amiin.










