ParagonCorp dan Corpora Science Bangun Riset Kecantikan Berbasis Multi-Omics

Teks Foto : Deputy CEO ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa dan jajaran Corpora Science usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama pengembangan riset berbasis multi-omics di Yogyakarta. (ist)

YOGYAKARTA – ParagonCorp bersama Corpora Science resmi memulai pengembangan penelitian berbasis multi-omics melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Yogyakarta, Kamis (6/8). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas riset kecantikan berbasis sains sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.

Kerja sama tersebut meliputi pemanfaatan fasilitas laboratorium, pertukaran pengetahuan antarpeneliti, pengembangan metodologi penelitian, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama. Sinergi ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional melalui kolaborasi antara industri dan lembaga penelitian.

Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, melainkan awal dari upaya membangun ekosistem riset yang lebih kuat di Indonesia.

“Bagi ParagonCorp, kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, melainkan langkah awal membangun ekosistem riset yang semakin kuat di Indonesia. Kami berharap semakin banyak penelitian berkelas dunia dapat lahir dari Indonesia, dimulai dari Yogyakarta. Pengembangan ekosistem riset merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Multi-omics merupakan pendekatan ilmiah yang memungkinkan peneliti memahami kondisi biologis manusia secara lebih menyeluruh. Jika genomik hanya mempelajari informasi genetik, maka multi-omics mengintegrasikan berbagai lapisan data biologis, seperti metabolomik, proteomik, dan lipidomik, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih utuh mengenai proses yang terjadi di dalam tubuh.

Pendekatan ini dinilai semakin penting karena kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi faktor genetik. Paparan sinar matahari, iklim tropis, lingkungan, gaya hidup, pola aktivitas, hingga proses biologis di dalam tubuh turut menentukan karakteristik kulit setiap individu. Pemahaman yang lebih komprehensif terhadap karakteristik masyarakat Indonesia diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan inovasi produk yang lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari riset genomik kulit masyarakat Indonesia yang telah dirintis ParagonCorp sejak 2021. Hasil penelitian itu kemudian diaplikasikan dalam pengembangan produk inovatif yang mulai diluncurkan pada 2024.

Menurut Sari, perjalanan dari genomik menuju multi-omics menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan.

“Perjalanan dari genomik menuju multi-omics mengingatkan kami bahwa membangun ilmu pengetahuan tidak pernah instan. Setiap tahapan riset adalah fondasi yang memungkinkan kita memahami manusia dengan lebih utuh dan menghadirkan inovasi yang semakin berbasis sains, sehingga dapat semakin personalized, precise, dan relevant bagi konsumen,” katanya.

Dalam implementasinya, ParagonCorp dan Corpora Science akan mengembangkan penelitian berbasis multi-omics secara bertahap dengan menghubungkan berbagai lapisan data biologis. Program tersebut mencakup penggunaan fasilitas laboratorium, pertukaran pengetahuan antarpeneliti, pengembangan metode penelitian, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama.

Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, menegaskan bahwa kemajuan riset tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas disiplin ilmu.

“Setiap lapisan data biologis memberikan informasi yang berbeda. Ketika berbagai informasi tersebut mulai dihubungkan, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses biologis yang terjadi. Kapabilitas seperti ini tidak dapat dibangun secara instan, tetapi melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan metode penelitian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memperkuat pengembangan riset, kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring antara industri dan lembaga penelitian, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Bagi ParagonCorp, investasi di bidang riset merupakan investasi jangka panjang. Perjalanan dari penelitian genomik pada 2021 hingga pengembangan pendekatan multi-omics saat ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun fondasi ilmu pengetahuan sebagai dasar lahirnya berbagai inovasi.