The Palace Jeweler Hadirkan “Serunya Jadi Indonesia” untuk Semarakkan HUT ke-81 RI

JAKARTA – Semangat persatuan dalam keberagaman menjadi pesan utama yang diusung The Palace Jeweler dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Melalui kampanye “Bangga BerNusantara: Serunya Jadi Indonesia”, perusahaan perhiasan tersebut mengajak masyarakat merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui musik, busana, kuliner hingga karya perhiasan.

Rangkaian kampanye dibuka pada 4 Agustus 2026 melalui kolaborasi The Palace Jeweler bersama komunitas Nyanyi Bareng Jakarta (NBJ). Sekitar 400 peserta berkumpul dan bernyanyi bersama membawakan lagu Indonesia Pusaka dan Rayuan Pulau Kelapa.

Suasana semakin semarak karena para peserta hadir mengenakan wastra bernuansa hitam dan emas. Konsep “sing with strangers” menjadi bagian dari kegiatan tersebut, mempertemukan masyarakat yang sebelumnya tidak saling mengenal untuk menciptakan kebersamaan melalui musik.

Kehadiran penyanyi Andien sebagai surprise guest star turut menambah kemeriahan acara. Bagi The Palace Jeweler, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat persatuan dapat tumbuh dari aktivitas sederhana yang mampu mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda.

General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa, mengatakan kampanye “Bangga BerNusantara” telah digelar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kampanye tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.

“Sebagai National Jeweler, The Palace Jeweler memiliki komitmen untuk terus mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai inisiatif yang dekat dengan masyarakat,” ujar Jelita.

Menurut dia, tema “Serunya Jadi Indonesia” diharapkan dapat mengajak masyarakat menikmati dan merayakan budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi Nusantara dapat terus berkembang dan hadir dalam kehidupan masyarakat modern.

Puncak kampanye akan digelar pada 15–17 Agustus 2026 di seluruh gerai The Palace Jeweler di Indonesia. Masyarakat diajak mengenakan wastra maupun pakaian adat Nusantara ketika mengunjungi gerai.

Tidak hanya menghadirkan suasana bernuansa budaya, pengunjung yang mengenakan busana daerah juga dapat menikmati berbagai penawaran khusus. Di antaranya potongan harga perhiasan emas hingga 45 persen untuk kadar 9K, 18K, dan 24K, atau potongan langsung sebesar Rp170.000. The Palace Jeweler juga menyediakan penawaran cashback untuk perhiasan berlian.

Perayaan di sejumlah gerai akan semakin meriah dengan sajian kuliner khas Nusantara, fashion show, serta penampilan Jewelry Representatives yang mengenakan busana adat tradisional.

Ada pula hadiah khusus bagi masyarakat yang lahir tepat pada 17 Agustus. Mereka berkesempatan mendapatkan bag charm eksklusif secara gratis dengan menunjukkan kartu identitas.

Partisipasi masyarakat juga dibuka melalui media sosial. Masyarakat dapat membagikan pengalaman mengenakan pakaian adat maupun mengikuti rangkaian kampanye dengan menggunakan tagar #BanggaBerNusantara, #SerunyaJadiIndonesia, dan #ThePalaceJeweler.

Hadirkan Kekayaan Budaya dalam Koleksi Perhiasan

Semangat persatuan dalam keberagaman juga diterjemahkan The Palace Jeweler melalui Koleksi Nusantara. Koleksi tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan maestro fashion Indonesia Samuel Wattimena yang telah dimulai sejak 2015.

Koleksi Nusantara pertama kali diluncurkan pada 2017 dengan mengangkat inspirasi dari beragam perhiasan tradisional Indonesia. Dalam perkembangannya, koleksi tersebut terbagi menjadi tiga seri, yakni Nusa, Anta, dan Tara.

Seri Nusa terinspirasi dari Pending yang merepresentasikan wilayah Indonesia bagian Barat. Sementara Seri Anta mengangkat bentuk perhiasan tradisional dari Nusa Tenggara Timur, seperti Mamoli, Taka, dan Marangga.

Adapun Seri Tara mengambil inspirasi dari perhiasan Indonesia bagian Timur, di antaranya Mas Bulan Base, Belak, dan Pepek Sortil. Motif lingkaran yang berkaitan dengan simbol matahari menjadi salah satu karakter dalam desain seri tersebut.

Melalui koleksi itu, berbagai kekayaan tradisi dari sejumlah daerah diterjemahkan menjadi desain perhiasan modern. Langkah tersebut menjadi cara The Palace Jeweler untuk membawa nilai-nilai budaya Nusantara agar tetap relevan dan dekat dengan generasi masa kini.

Co-Founder NBJ, Meda Kawu, mengatakan musik, khususnya bernyanyi bersama, dapat menjadi medium sederhana untuk membangun kedekatan dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Di Nyanyi Bareng Jakarta (NBJ), kami selalu percaya bahwa bernyanyi adalah salah satu cara paling sederhana untuk menghadirkan kebersamaan,” kata Meda.

Pilihan Perhiasan Multikadar

Selain mengangkat budaya Nusantara, The Palace Jeweler menghadirkan konsep multikadar dengan pilihan emas 24 karat, 18 karat, dan 9 karat. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk menentukan perhiasan sesuai kebutuhan dan selera.

Konsep multikadar tersebut menjadi bagian dari komitmen 3T The Palace Jeweler, yakni “Therlengkap, Therjangkau, dan Therjamin”. Komitmen itu mencakup keberagaman koleksi, pilihan harga, serta kualitas emas yang memenuhi standar dan telah bersertifikasi SNI.

Melalui kampanye “Bangga BerNusantara: Serunya Jadi Indonesia”, The Palace Jeweler ingin menjadikan momentum Hari Kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat apresiasi terhadap keberagaman Indonesia.

Musik, pakaian adat, kuliner, hingga perhiasan dihadirkan sebagai medium untuk mempertemukan berbagai ekspresi budaya Nusantara dalam satu semangat persatuan: Indonesia.