SURABAYA – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) mengajak orang tua mahasiswa baru untuk terlibat aktif dalam mendampingi perjalanan pendidikan putra-putri mereka. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Orang Tua Mahasiswa Baru FTMM UNAIR 2026 yang digelar di Auditorium Candradimuka, Gedung Nano FTMM UNAIR, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Silaturahmi Orang Tua Mahasiswa Baru UNAIR 2026 yang sebelumnya diawali dengan agenda bersama seluruh orang tua mahasiswa baru dari berbagai fakultas di Airlangga Convention Center (ACC) UNAIR. Setelah agenda tingkat universitas selesai, orang tua mahasiswa baru FTMM melanjutkan kegiatan di fakultas untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di FTMM.
Dari total 519 mahasiswa baru FTMM UNAIR tahun akademik 2026/2027, sebanyak 276 orang tua hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Pontianak, hingga Sumenep. Kegiatan turut dihadiri Dekan FTMM UNAIR beserta seluruh wakil dekan, dosen, serta sejumlah departemen penunjang.
Setibanya di Gedung Nano, para orang tua diajak mengenal berbagai aktivitas kemahasiswaan melalui pameran Badan Semi Otonom (BSO) FTMM. Suasana penyambutan kemudian berlangsung semakin hangat dengan penampilan Tari Sparkling Surabaya sebelum peserta mengikuti rangkaian acara di Auditorium Candradimuka lantai 9.
Dekan FTMM UNAIR, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengatakan silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi forum perkenalan fakultas. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman antara kampus dan orang tua mengenai pola pendampingan mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Dengan kegiatan ini kampus bisa mengenalkan dan memberikan pemahaman apa saja yang telah dilakukan, sekaligus memberikan informasi perkembangan pendidikan setiap mahasiswa baru kepada orang tua masing-masing. Sehingga orang tua ikut melakukan pendampingan, berkolaborasi, dan mengawal proses pendidikan hingga tuntas,” ujar Prof. Retna.
Menurut dia, keterlibatan orang tua diperlukan karena kampus tidak dapat sepenuhnya mengawasi mahasiswa sepanjang waktu. Mahasiswa umumnya berada di lingkungan kampus pada jam perkuliahan, sementara di luar waktu tersebut keluarga memiliki peran penting dalam memastikan proses pendidikan tetap berjalan sesuai jalur.
“Kita tidak bisa sendiri mengelola mahasiswa di kampus 24 jam. Rata-rata mahasiswa ada di kampus mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Lebih dari jam itu ada tanggung jawab orang tua sehingga kita perlu bersama-sama bersinergi mengawal pendidikan para mahasiswa,” katanya.
Prof. Retna menambahkan, komunikasi yang baik antara kampus dan orang tua juga diperlukan ketika mahasiswa menghadapi persoalan akademik maupun administratif. Dengan mengetahui kondisi mahasiswa sejak awal, persoalan dapat dibicarakan bersama untuk menemukan solusi sesuai aturan yang berlaku.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kerap menjadi perhatian dalam perjalanan pendidikan mahasiswa, seperti kehadiran kuliah, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), hingga persoalan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kalau ada masalah, bisa bersinergi memecahkan masalah. Orang tua tahu jalur penyampaian untuk melaporkan unek-uneknya di kampus,” jelasnya.
Menurut Prof. Retna, persoalan absensi terkadang baru diketahui setelah mahasiswa mengalami masalah akademik. Dalam sejumlah kasus, orang tua mengira anaknya rutin berangkat ke kampus, tetapi ternyata tidak mengikuti perkuliahan karena memiliki aktivitas lain, termasuk bekerja.
Begitu pula dengan capaian akademik. Mahasiswa yang memiliki IPK rendah selama beberapa semester dapat menghadapi konsekuensi akademik hingga berisiko terkena drop out (DO). Persoalan pembayaran UKT juga dapat menjadi hambatan apabila tidak segera dikomunikasikan antara mahasiswa, orang tua, dan pihak kampus.
Karena itu, FTMM UNAIR mendorong persoalan tersebut dapat dideteksi dan ditangani sejak awal melalui komunikasi yang terbuka.
“Hal-hal seperti ini jika diketahui orang tua mahasiswa sejak awal, bisa bersinergi mencari solusi,” katanya.
Prof. Retna menegaskan, UNAIR menerapkan standar penjaminan mutu yang ketat dalam proses pendidikan. Mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Kalau mahasiswa empat tahun belum lulus, akan dapat surat cinta, yaitu surat teguran dari kampus. Di tahun kelima mahasiswa belum lulus, mohon maaf bapak ibu akan saya panggil kembali,” ujarnya.
Ia pun berharap pertemuan antara pihak fakultas dan orang tua tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi tersebut. Pertemuan berikutnya diharapkan berlangsung dalam suasana yang lebih membahagiakan.
“Harapan kami saat ini kita ketemu, ketemu lagi saat wisuda putra-putri Bapak dan Ibu di ACC, bukan di momen lain,” tutur Prof. Retna.
Selain memperkenalkan FTMM melalui sesi Get to Know FTMM, kegiatan juga diisi dengan pengenalan berbagai platform digital UNAIR yang disampaikan Wakil Dekan I FTMM UNAIR, Prof. Dr. Ni’matuzahroh, Dra. S.Si., M.Si. Pengenalan tersebut dilengkapi dengan simulasi penggunaan aplikasi sehingga orang tua dapat langsung mempraktikkan proses mengunduh aplikasi dan menjelajahi berbagai menu yang tersedia.
Sesi tanya jawab kemudian menjadi salah satu agenda yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Sejumlah orang tua menyampaikan pertanyaan mulai dari peluang magang, kesempatan bekerja di luar negeri setelah mengikuti program magang, mekanisme absensi ketika mahasiswa menjalankan ibadah haji atau umrah, hingga peluang kolaborasi program studi FTMM dengan program studi lain di luar fakultas.
Sinergi antara fakultas, mahasiswa, dan orang tua diharapkan dapat menjadi fondasi pendampingan yang berkelanjutan selama mahasiswa menempuh pendidikan hingga menyelesaikan studi. Dengan komunikasi yang terbangun sejak awal, persoalan akademik maupun nonakademik diharapkan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
Bagi FTMM UNAIR, penyambutan mahasiswa baru bukan hanya menandai dimulainya perjalanan akademik 519 mahasiswa. Momen tersebut juga menjadi awal kolaborasi dengan keluarga untuk mengantarkan putra-putri mereka menuju kelulusan dan masa depan profesional.
Sumber/Referensi : https://ftmm.unair.ac.id/kenali-ftmm-lebih-dekat-orang-tua-mahasiswa-baru-unair-ikuti-silaturahmi-di-ftmm/






