SURABAYA – Semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia terasa meriah di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Ribuan warga sekolah memadati lingkungan sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan “Jalan Sehat, Panggung Merdeka, Bazar & Launching”, Sabtu (22/8/2026).
Mengusung tema “Indonesia Maju dan Berdaulat”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang memeriahkan momentum kemerdekaan. Mudipat juga memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan, menanamkan kepedulian sosial, sekaligus mendorong budaya literasi di lingkungan sekolah. Peserta terdiri atas siswa, guru, karyawan, hingga wali murid.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya Ustaz Edy Susanto, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menggabungkan semangat nasionalisme dengan pembentukan karakter siswa yang religius dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Melalui Jalan Sehat dan Panggung Merdeka ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas. Yang tidak kalah penting adalah aspek kepedulian sosial melalui peluncuran program Sedekah Karpet Musholla/Masjid, serta komitmen literasi nyata menuju Rekor MURI 1000 judul buku,” ujarnya.
Dua program menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Program pertama yakni KLL Mudipat “Sedekah Karpet Musholla/Masjid”, yang diarahkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan bakti kepada rumah ibadah. Program kedua adalah gerakan Sabuku atau “Satu Murid, Satu Guru, Satu Buku” yang dicanangkan untuk mendukung target pemecahan Rekor MURI melalui penerbitan 1.000 judul buku.
Target tersebut dinilai cukup realistis mengingat Mudipat memiliki 1.507 siswa. Untuk merealisasikannya, sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pelatihan penulisan hingga memberikan keleluasaan kepada siswa dan guru dalam memilih jenis karya.

Karya yang dihasilkan nantinya dapat berupa pantun, puisi, cerpen, cerber, maupun bentuk tulisan lainnya. Sekolah juga menjalankan program “Rabu-Kamis Menulis” sebagai bagian dari pembiasaan menulis di kalangan siswa.
Puncak upaya pemecahan rekor tersebut ditargetkan berlangsung pada November 2026, bertepatan dengan rangkaian Milad Muhammadiyah.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PW Muhammadiyah Jatim Prof. Dr. Isa Anshor mengapresiasi langkah Mudipat dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat posisi sebagai Sekolah Teladan Nasional sekaligus Sekolah Cambridge Internasional.
“Kami ucapkan selamat dan sangat kita apresiasi,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua PDM Surabaya dr. H. Ridlwan. Ia menilai gerakan penerbitan 1.000 buku dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
“Apalagi ini ada launching 1.000 buku. Mulai dari murid dan guru. Tentu menambah literasi di dunia pendidikan. Kami sangat mengapresiasi,” tegasnya.
Selain kegiatan jalan sehat dan peluncuran program, suasana perayaan kemerdekaan juga diramaikan dengan bazar makanan serta produk kreatif karya siswa. Panggung seni turut menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka.
Kepedulian terhadap kesehatan juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Mudipat bersama IKMAM menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 100 peserta. Pemeriksaan tersebut mencakup kepadatan tulang, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-81 RI di Mudipat tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat karakter, kepedulian sosial, kreativitas, dan budaya literasi warga sekolah. Target 1.000 judul buku yang dicanangkan menjadi salah satu langkah konkret sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendorong siswa dan guru untuk produktif menghasilkan karya.






