SURABAYA – Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi proses pengiriman bantuan dari Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pengiriman bantuan menjadi bagian dari aksi gotong royong berbagai pihak di Jawa Timur untuk membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.
Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa memastikan dukungan terhadap kelancaran operasional di area pelabuhan agar proses penanganan dan pengiriman bantuan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan Pelindo berkomitmen mendukung berbagai upaya kemanusiaan, terutama dengan mengoptimalkan konektivitas melalui jalur laut untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana.
“Pelindo pada prinsipnya siap mendukung upaya kemanusiaan untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita di NTT pascabencana gempa bumi yang terjadi. Pelabuhan bukan hanya menjadi simpul konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan ketika terjadi bencana,” ujar Purwanto.
Menurutnya, Pelindo memastikan proses di sisi kepelabuhanan dapat berjalan optimal sehingga bantuan yang dihimpun dari Jawa Timur dapat segera diberangkatkan dan diterima masyarakat terdampak.
“Dengan sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah, operator terminal, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses logistik, bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak dapat didistribusikan secara lebih efektif,” katanya.
Sementara itu, Branch Manager Kalimas dan GSN Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menjelaskan dukungan yang diberikan mencakup koordinasi operasional dan penyediaan fasilitas terminal untuk memastikan proses penanganan bantuan berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan operasional pelabuhan.
“Kami melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses penanganan bantuan berjalan lancar, mulai dari penerimaan hingga proses pemindahan dan persiapan pengiriman. Karena ini merupakan bantuan kemanusiaan, kami juga berupaya memastikan proses operasional dapat dilakukan secara efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan di area terminal,” jelas Ana.
Ana menambahkan, kelancaran pengiriman bantuan tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan para pemangku kepentingan yang terlibat.
“Kesiapan operasional dan koordinasi menjadi faktor penting agar bantuan yang telah dikumpulkan dapat segera diberangkatkan menuju wilayah tujuan,” imbuhnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kegotongroyongan masyarakat Jawa Timur kepada warga NTT yang terdampak bencana. Pemprov Jatim, kata dia, memposisikan diri sebagai supporting team dan supporting system untuk memperkuat penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
“Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujar Khofifah saat meninjau pemberangkatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui jalur laut. Sebelumnya, pada 16 Agustus 2026, sebanyak tujuh personel evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah diberangkatkan.
Kemudian, pada 17 Agustus 2026, sebanyak 8,4 ton logistik tahap awal dikirimkan menuju Ende, disusul pemberangkatan enam dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lapangan.
Selanjutnya, bantuan logistik lanjutan sebanyak 64,4 ton dipersiapkan untuk dikirimkan melalui jalur laut menuju Labuan Bajo. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari 64 lembaga dan instansi, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), program Corporate Social Responsibility (CSR), organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim, hingga RSUD/BLUD.
Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan masyarakat terdampak, antara lain makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus bagi anak-anak dan perempuan.
Selain bantuan logistik, dukungan juga diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui dukungan tersebut, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung aksi kemanusiaan.
Peran pelabuhan sebagai simpul logistik diharapkan dapat terus memberikan manfaat, khususnya dalam mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah yang membutuhkan.
“Kami berharap dukungan yang diberikan dari sisi kepelabuhanan ini dapat ikut mempercepat proses distribusi bantuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama, dan Pelindo akan terus mendukung kelancaran konektivitas logistik untuk kepentingan kemanusiaan,” tutup Purwanto.






