Daerah  

Renungan Katolik Hari Rabu 2 September 2026, untuk itulah aku diutus

Ringkasan Berita:

  • Tema renungan Katolik  “Untuk itulah Aku diutus”.
  • Renungan Katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXII tahun A.
  • Warna liturgi hijau dengan tema: Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil,sebab untuk itulah Aku diutus.
  • Bacaan hari Rabu: 1Kor 3:1-9; Mzm 33:12-13.14-15.20-21; Luk 4:38-44 dan BcO 2Tim 1:1-18.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

, MAUMERE –Mari simak renungan katolik hari Rabu 2 September 2026.

Tema renungan Katolik  “Untuk itulah Aku diutus”.

Renungan Katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXII tahun A.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Warna liturgi hijau dengan tema: Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil,sebab untuk itulah Aku diutus.

Bacaan hari Rabu: 1Kor 3:1-9; Mzm 33:12-13.14-15.20-21; Luk 4:38-44 dan BcO 2Tim 1:1-18.

Bacaan Pertama : 1Kor 3:1-9

Kami ini hanyalah kawan sekerja Allah;kalian adalah ladang Allah dan bangunannya.

Saudara-saudara,dahulu aku tidak dapat berbicara kepada kalian sebagai manusia rohani, tetapi hanya kepada manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus. Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kalian belum dapat menerimanya. Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya, karena kalian masih manusia duniawi. Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, Agama& Kepercayaan

bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi? Karena jika seorang berkata, “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata, “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani?

Sebenarnya, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman,masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya. Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah; sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13.14-15.20-21

Ref: Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik-pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.

Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. Dialah yang membentuk hati mereka,dan memperhatikan segala pekerjaan mereka.

Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.Dialah penolong dan perisai kita.Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Bait Pengantar Injil:Luk 4:18-19

Tuhan  mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan. 

Bacaan Injil: Luk 4:38-44

Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil,sebab untuk itulah Aku diutus.

Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum,Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon sakit deman keras, dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu,lalu menghardik demamnya. Segera penyakit itu meninggalkan dia. Wanita itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam,semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus.Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia Mesias. Ketika hari siang Yesus berangkat ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia, supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Dan Ia mewartakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Untuk itulah Aku diutus”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Kadang kita mengira panggilan Tuhan itu hanya untuk hal-hal spektakuler: mukjizat besar, kata-kata indah, atau keberhasilan yang cepat terlihat. Namun Injil justru mengajak kita melihat cara Tuhan bekerja: Ia tidak “berkeliaran” tanpa tujuan, dan Ia tidak hidup untuk popularitas. Tema hari ini “Untuk itulah Aku diutus” mengungkap pusat misi Yesus: melakukan kehendak Bapa, menyapa orang, mengajar dengan kuasa, dan menghadirkan keselamatan.

Saudara-saudari terkasih. 

Paulus dalam bacaan pertama ini (1Kor 3:1-9) menegur jemaat Korintus yang masih bertindak seperti manusia biasa: mereka belum dewasa dalam iman, sehingga mudah terpecah dan saling mengunggulkan. Paulus lalu menempatkan dirinya dan rekan-rekan pelayan sebagai “penabur dan penyiram”: yang memberi pertumbuhan tetap Allah. Dalam Injil (Luk 4:38-44), setelah mengajar dan menyembuhkan, orang banyak mencari Yesus. Namun Yesus justru pergi ke tempat lain dan mengajar di sinagoga-sinagoga, karena Ia menyatakan: “Untuk itulah Aku diutus.” Yesus tetap melakukan karya keselamatan, tetapi dengan arah yang jelas sesuai misi: mengajar, memberitakan kabar baik, dan memanggil orang kembali kepada Allah dan bukan sekadar menjadi pusat perhatian. Poin Refleksi kita adalah “Kedewasaan iman”: Paulus menegur umat di Korintus karena mereka masih mudah terpecah. Kita diajak bertanya: apakah kita lebih sering membangun “kubang” dengan cara berpikir kita “kelompokku, caraku, kesalahanku “yang lain” atau kita belajar rendah hati karena sadar semuanya milik Tuhan? “Setia pada peran”:  Penabur, penyiram, dan penuaian adalah proses yang berbeda. Kita tidak perlu menuntut hasil instan, tetapi setia menabur kebaikan, menyiram dengan doa dan pelayanan, sambil percaya pertumbuhan berasal dari Allah. “Misi Tuhan”: Orang-orang di sekitar Yesus “butuh” mukjizat. Tetapi Yesus memilih jalan lain: mengajar dan mewartakan. Permenungan kita: apakah kita sedang sibuk melayani kebutuhan yang kita anggap penting, tetapi melalaikan inti misi yaitu mengantar orang pada Tuhan dan kehendak-Nya?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,   “Untuk itulah Aku diutus” adalah pusat misi Yesus: mengajar dan menghadirkan keselamatan. Kedua, pertumbuhan iman adalah karya Allah; peran kita adalah menabur dan menyiram dengan rendah hati. Ketiga, lesibukan dan tuntutan sesaat jangan menggantikan inti misi: mengantar orang pada Tuhan. Tuhan memberkati kita. (sumber: iman katolik.or.id/the katolik,com/kgg).

Berita Lainnya di  Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *