TUBAN – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Tuban seiring meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri.
Penguatan tersebut ditandai dengan selesainya proyek rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban–Kerek Line #2 yang terhubung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tuban. PLN UIT JBM berhasil melakukan pemberian tegangan atau energize pada jaringan tersebut pada 4 September 2026, bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026.
Capaian itu melanjutkan keberhasilan PLN UIT JBM melakukan energize pada sirkuit 1 SUTT 150 kV Tuban–Kerek pada 12 Agustus 2026. Dengan rampungnya rekonduktoring pada kedua sirkuit sepanjang 13,822 kilometer (kms) tersebut, PLN meningkatkan kapasitas penyaluran sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Tuban dan wilayah sekitarnya.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan pekerjaan rekonduktoring dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik, terutama dari pelanggan industri yang terus berkembang di wilayah Tuban.
“Berdasarkan kajian teknis kelistrikan yang telah dilakukan, rekonduktoring ini merupakan langkah strategis dan tepat sasaran untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan beban pada jaringan eksisting. Keberhasilan pekerjaan ini juga menjadi bentuk komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan PLN, khususnya pelanggan industri di wilayah Tuban,” ujar Ika.
Menurut Ika, peningkatan kapasitas jaringan menjadi semakin penting seiring dengan rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan estimasi kebutuhan daya mencapai 260 MVA.
“Dengan selesainya rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2, kapasitas penyaluran meningkat hingga kurang lebih 1.500 Ampere. Selain meningkatkan kapasitas, pekerjaan ini juga memperkuat keandalan sistem penyaluran tenaga listrik. Yang lebih utama, PLN kini semakin siap mendukung pertumbuhan beban hingga mencapai 526 MVA pada tahun 2028,” jelas Ika.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas jaringan tersebut menunjukkan kesiapan PLN dalam menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri di wilayah Tuban.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi semakin istimewa dengan selesainya pekerjaan ini. Inilah salah satu kado indah yang kami persembahkan dari PLN UIT JBM untuk seluruh pelanggan, sebagai wujud nyata komitmen kami untuk terus menghadirkan listrik yang andal dan mendukung kebutuhan pelanggan yang terus bertumbuh,” tambah Ika.
Apresiasi atas penyelesaian proyek tersebut disampaikan Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi. Menurutnya, penguatan infrastruktur transmisi di Tuban merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Terlaksananya Rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya kapasitas penyaluran tenaga listrik, kami berharap PLN dapat memberikan customer experience yang semakin baik kepada pelanggan, khususnya pelanggan industri dan pelanggan tegangan tinggi di wilayah Tuban dan sekitarnya,” ujar Anton.
Dalam pelaksanaannya, seluruh tahapan pekerjaan mulai dari penarikan kawat konduktor baru, pengujian instalasi hingga proses energize dilakukan secara bertahap dan terencana dengan pengawasan ketat.
PLN UIT JBM juga memastikan seluruh personel yang terlibat mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) ketenagalistrikan serta menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten.
Penerapan aspek keselamatan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek hingga seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dengan zero accident.
Beroperasinya rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 semakin memperkuat kesiapan sistem transmisi PLN dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik di kawasan industri Tuban.
Dengan infrastruktur transmisi yang semakin andal, PLN berharap dapat memberikan kepastian pasokan listrik bagi pelanggan sekaligus mendukung masuknya investasi dan berkembangnya aktivitas industri baru. Penguatan tersebut pada akhirnya diharapkan turut menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur maupun secara nasional.






