TPS Perkuat Operasional Ramah Lingkungan, 25 Kendaraan Kini Beralih ke Listrik

SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus mendorong penerapan operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan melalui konversi kendaraan operasional berbahan bakar fosil menjadi kendaraan tenaga listrik.

Hingga September 2026, sebanyak 25 unit kendaraan operasional di lingkungan TPS telah beralih menggunakan tenaga listrik. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Berdasarkan evaluasi perusahaan, penggunaan kendaraan listrik mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan transformasi penggunaan energi listrik merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mewujudkan operasional terminal yang modern, efisien, dan berwawasan lingkungan.

“TPS secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Konversi 25 unit kendaraan operasional menjadi tenaga listrik merupakan salah satu langkah konkret yang kami lakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).

Menurut Ali, selain memberikan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen, pemanfaatan kendaraan listrik turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas operasional terminal.

Inisiatif tersebut sekaligus melengkapi penggunaan peralatan bongkar muat berbasis energi listrik yang telah diterapkan TPS. Saat ini, seluruh peralatan bongkar muat di terminal, yang terdiri atas 11 unit Container Crane (CC) dan 36 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), telah menggunakan energi listrik.

“Pemanfaatan kendaraan listrik ini melengkapi penggunaan 11 unit CC dan 36 unit RTG yang telah menggunakan energi listrik sebagai bagian dari perjalanan TPS menuju operasional pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.

Dari sisi ESG, pemanfaatan kendaraan dan peralatan operasional berbasis energi listrik menjadi salah satu langkah TPS dalam mendukung pengurangan emisi karbon di sektor logistik dan kepelabuhanan. Upaya tersebut juga sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional serta target pembangunan berkelanjutan.

Sebagai salah satu gerbang logistik nasional, TPS memandang penerapan teknologi rendah emisi sebagai investasi jangka panjang. Selain memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi operasional, langkah tersebut diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan.

Ke depan, TPS berkomitmen melanjutkan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi untuk mendukung terciptanya operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berdaya saing global.