SUKABUMI — Menindaklanjuti prosesi pelantikan pengurus Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) se-Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi pekan lalu, Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) bergerak cepat menggelar Silaturahmi dan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Villa Pelangi, Kadudampit, Sukabumi, Senin (28/9/2026).
Langkah ini merupakan konsolidasi strategis untuk menerjemahkan arahan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ke dalam kerja nyata di lapangan, khususnya dalam mengejar target Open Defecation Free (ODF) minimal 80 persen serta pemenuhan indikator Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Apresiasi dan Arahan Ketua FSKSS: Edukasi dan Pendampingan Masyarakat
Dalam pembukaan Raker, Ketua FSKSS, Hj. Rina Rosmaniar Japar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat jajaran pengurus FSKSS kabupaten maupun FSKS dari 47 kecamatan yang hadir secara kompak.
Ia menegaskan bahwa amanah kepengurusan yang diemban bukan sekadar formalitas struktur, melainkan tanggung jawab moral untuk hadir mendampingi masyarakat secara aktif.
> “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas komitmen seluruh pengurus. Pasca-pelantikan di Pendopo, kini saatnya kita turun ke lapangan. Seluruh pengurus FSKSS dan FSKS kecamatan harus aktif melayani, mendampingi warga, serta menjadi advokator kebutuhan kesehatan masyarakat. Kita harus masif mensosialisasi dan mengedukasi program 9 tatanan/indikator Kabupaten Sehat yang dasarnya tak pernah lepas dari derajat kesehatan lingkungan,” tegas Hj. Rina Rosmaniar Japar.
>
Sinergi Lintas Sektor dan Penyusunan Program Kerja 2026–2027
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengingatkan pentingnya evaluasi atas capaian KKS. Sukabumi yang pernah meraih predikat tertinggi Swasti Saba Wistara berturut-turut pada 2019 dan 2021 sempat terganjal pada assessment 2023 karena persentase ODF yang belum menyentuh batas minimal 80 persen.
Merespons evaluasi tersebut, Raker FSKSS hari ini memfokuskan pembahasan pada pemenuhan dokumen indikator kelembagaan yang diunggah melalui aplikasi SIPANTAS demi menghadapi Penilaian KKS Tahun 2027. Indikator kelembagaan ini mencakup legalitas SK, program kerja terstruktur, keberadaan sekretariat, pengelolaan keuangan, hingga realisasi kegiatan hingga tingkat desa/kelurahan (FSDS).
Sekretaris FSKSS sekaligus Ketua Panitia, Ajat Zatnika, M.Pd., menjelaskan bahwa Raker ini mengacu pada Rencana Strategis Forum Kesehatan 2025–2030 untuk menghasilkan program kerja yang akuntabel dan terukur.
> “Raker ini menjadi wadah menyatukan persepsi agar seluruh FSKS Kecamatan memiliki langkah terintegrasi dengan Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan, terutama dalam mendorong terbentuknya Forum Desa/Kelurahan Sehat (FSDS) secara merata,” jelas Ajat.
>
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi sekaligus Sekretaris Tim Pembina KSS, H. Masykur Alawi, S.Kep., MKM., kembali menekankan pentingnya komitmen bersama. Ia menyebut FSKSS dan FSKS sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Agenda Strategis Raker 2026
Rangkaian Raker FSKSS Tahun 2026 diisi dengan agenda intensif, di antaranya:
* Penguatan Kebijakan & Komitmen: Penyelarasan program kerja dengan komitmen Pemkab Sukabumi.
* Kelembagaan Tingkat Desa: Teknis pembentukan dan pemberdayaan FSDS di seluruh desa/kelurahan.
* Akuntabilitas & Pengelolaan Dana Abadi: Transparansi tata kelola organisasi pendukung.
* Diskusi Kelompok Program Kerja 2026–2027: Penyusunan target kerja konkret per bidang dan per wilayah kecamatan.
Melalui gerakan yang terstruktur dari tingkat kabupaten hingga desa, FSKSS optimistis dapat merebut kembali penghargaan Swasti Saba Wistara sekaligus mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bersih, nyaman, aman, dan sehat menuju Sukabumi yang Mubarokah.(Budi)






