INDONESIAKINI.ID – Vicky Prasetyo meminta maaf kepada Raffi Ahmad setelah menyadari dirinya keliru menilai keterlibatan presenter itu dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Vicky menyebut Raffi datang sebagai undangan, bukan bagian dari pihak yang mengurus kegiatan tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan Vicky lewat akun Threads pribadinya pada Selasa, 3 November 2026. Ia mengakui sebelumnya terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum mengetahui secara lengkap posisi Raffi dalam acara yang digelar pada 29 Oktober 2026 itu.
Vicky menjelaskan, informasi mengenai kehadiran Raffi kemudian diperjelas sehingga ia menyadari kekeliruannya. Ia pun meluruskan anggapan yang mengaitkan Raffi dengan penyelenggaraan deklarasi tersebut.
Menurut Vicky, masyarakat tetap dapat menyampaikan kritik atas suatu kegiatan atau kebijakan. Namun, kritik sebaiknya diarahkan kepada pihak yang berkaitan langsung dengan masalah yang dipersoalkan, bukan kepada orang yang hanya hadir sebagai tamu.
Kehadiran Raffi sebelumnya menjadi sorotan di media sosial setelah deklarasi di Bundaran HI menuai kontroversi. Perbincangan menguat menyusul pengakuan seorang peserta yang beredar, yang menyebut dirinya bukan mahasiswa dan mengaku sebagai massa bayaran.
Pengakuan itu memicu pertanyaan warganet mengenai pelaksanaan acara dan pihak yang bertanggung jawab. Karena Raffi terlihat hadir, namanya ikut dikaitkan dengan polemik, meski kehadirannya tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan dalam penyelenggaraan.
Raffi sebelumnya juga telah menjelaskan melalui akun Instagram pribadinya bahwa ia hadir sebagai tamu undangan. Ia menyatakan tidak ikut mengatur kegiatan maupun terlibat dalam persoalan yang muncul setelah acara berlangsung. Klarifikasi Raffi dan permintaan maaf Vicky sama-sama menegaskan perbedaan antara tamu yang hadir dan pihak penyelenggara.
Penulis: Emel Yanie





