BISNIS  

PLN NP Siapkan 14,1 GW Listrik, 8.898 Personel Disiagakan Jaga Keandalan Selama Ramadan – Idulfitri 2026

Teks Foto : Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kiri), Senior Manager Unit Pembangkitan Pacitan Munif (kanan), Sekretaris Perusahaan PLN NP Hamidi Hamid (tengah) saat meninjau kesiapan UP Pacitan dalam rangka Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H. PLN Nusantara Power memasok 14.1 GW atau total 42% dari beban puncak nasional sebesar 35 GW. (ist)

JAKARTA – PLN Nusantara Power (PLN NP) memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah. Sebagai subholding pembangkitan milik PLN (Perusahaan Listrik Negara), PLN NP telah menyiapkan kapasitas pasokan listrik sebesar 14.132 megawatt (MW) atau 14,1 gigawatt (GW), setara 42 persen dari total beban puncak nasional yang diproyeksikan mencapai 35.014 MW.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, PLN NP mengerahkan 8.898 personel, menyiapkan 126 posko siaga, serta 45 unit fire truck yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Masa siaga RAFI sendiri berlangsung sejak 12 hingga 31 Maret 2026, mencakup periode Ramadan, Idulfitri, hingga pasca-Lebaran.

Selain memastikan keandalan pasokan listrik, PLN NP juga turut mendukung bauran energi bersih melalui pasokan listrik hijau sebesar 1.821 MW yang berasal dari pembangkit tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa keandalan kelistrikan menjadi prioritas utama perusahaan, khususnya pada periode Ramadan hingga Idulfitri ketika aktivitas masyarakat meningkat, terutama saat sahur dan berbuka puasa.

“PLN Nusantara Power berkomitmen menghadirkan listrik yang andal demi kenyamanan masyarakat. Dengan kesiapan personel, penerapan teknologi, serta sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami optimistis dapat memastikan Ramadan dan Idulfitri 1447 H tetap terang benderang bagi seluruh umat Muslim di Indonesia,” ujar Ruly, (30/03/26) Senin.

PLN NP juga menyiagakan personel operasi dan pemeliharaan secara terpadu di seluruh wilayah kerja. Langkah ini diperkuat melalui pengamanan aset, peningkatan patroli, serta pemeliharaan preventif dan prediktif pada peralatan kritikal untuk menekan potensi gangguan.

Dalam mendukung keandalan operasional, PLN NP memanfaatkan teknologi digital berbasis Nusantara InnoVision Center (NIC) yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time. Sistem ini digunakan untuk menganalisis data, mendeteksi potensi anomali sejak dini, serta mempercepat respons terhadap potensi gangguan.

“Kami telah menyiapkan pasokan listrik sebesar 14,1 GW untuk mendukung keandalan sistem, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta kebutuhan pasca hari raya. Personel operator dan pemeliharaan juga bersiaga selama 24 jam secara bergantian di seluruh unit pembangkit,” tambah Ruly.

Sebagai langkah antisipasi, PLN NP juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Kepolisian, dan masyarakat di sekitar unit pembangkit. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan aspek pengamanan operasional, kelancaran akses, serta mitigasi risiko dapat berjalan optimal selama masa siaga Ramadan hingga Idulfitri.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pembangkitan yang andal dan siap menjaga mutu pasokan listrik nasional, sehingga Ramadan dan Idulfitri 1447 H dapat berlangsung dengan lebih tenang, nyaman, dan terang bagi seluruh masyarakat Indonesia.