BISNIS  

Dewan Komisaris PLN Dorong Percepatan Proyek dan Keandalan Sistem di Jatim – Bali

Teks Foto : Dewan Komisaris PT PLN (Persero) bersama jajaran manajemen meninjau langsung Gardu Induk GIS 150 kV Undaan, Surabaya, guna memastikan keandalan sistem kelistrikan bagi pelanggan prioritas di wilayah Jawa Timur dan Bali. (ist)

SURABAYA – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke Gardu Induk Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Undaan, Surabaya, Kamis (2/4/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan strategis terhadap operasional serta pengembangan sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Komisaris PLN, yakni Yazid Fanani, Mutanto Juwono, Andi Arief, Dwi Badarmanto, dan Ali Mundakir. Turut mendampingi Executive Vice President Transmisi Sumatera Jawa Madura dan Bali, Tejo Wihardiyono, bersama jajaran manajemen PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Timur dan Bali.

GIS 150 kV Undaan merupakan salah satu aset vital PLN yang dilengkapi transformator berkapasitas 2 x 60 MVA. Gardu induk ini memiliki peran strategis dalam menyuplai kebutuhan listrik pelanggan prioritas (VIP), seperti Kantor Gubernur Jawa Timur, Polresta Tanjung Perak, RSUD Dr. M. Soewandhie, Kantor OJK KR 4 Jawa Timur, Yayasan GBI Mawar Sharon, hingga Hotel Platinum Tunjungan.

Dalam arahannya, Dewan Komisaris memberikan apresiasi atas kinerja PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali dalam menjaga keandalan sistem. Namun demikian, sejumlah poin strategis juga ditekankan untuk segera ditindaklanjuti.

Executive Vice President Transmisi Sumatera Jawa Madura dan Bali, Tejo Wihardiyono, menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh arahan tersebut hingga tuntas.

“Setiap arahan Dewan Komisaris menjadi prioritas bagi kami untuk segera ditindaklanjuti secara konkret dan terukur. Kami memastikan seluruh program strategis, khususnya terkait keandalan sistem dan penyelesaian proyek, berjalan tepat waktu serta memberikan manfaat optimal bagi perusahaan,” ujar Tejo.

Dewan Komisaris juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian seluruh program kerja agar dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi PLN.

Selain itu, aspek keselamatan ketenagalistrikan (safety) ditegaskan sebagai prioritas utama yang tidak dapat ditawar. PLN juga memiliki tanggung jawab sebagai perpanjangan tangan negara dalam menjaga keandalan pasokan listrik, sekaligus sebagai entitas bisnis yang dituntut meningkatkan penjualan tenaga listrik secara berkelanjutan.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menindaklanjuti seluruh arahan tersebut.

“Kami memastikan seluruh arahan Dewan Komisaris akan kami implementasikan melalui langkah nyata di lapangan. Fokus kami menjaga keandalan tanpa gangguan, memperkuat implementasi K3 dengan prinsip zero accident, serta memastikan setiap proyek strategis selesai tepat waktu dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, PLN kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta pelayanan publik di wilayah Jawa Timur hingga Bali.