Rencana Produksi Massal Bobibos di Timor Leste

Pengembangan Bahan Bakar Nabati Merah Putih di Timor Leste

Bobibos, yang dikenal sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) Merah Putih, telah mencapai tahap 75 persen untuk produksi massal. Namun, alih-alih diproduksi di daerah asalnya, yaitu Jonggol, Bogor, Jawa Barat, proses produksi massal ini akan dilakukan di negara tetangga, yakni Timor Leste.

Founder PT. Inti Sinergi Formula, Iklas Thamrin, menjelaskan bahwa saat ini Bobibos sudah siap untuk produksi massal di Timor Leste. Iklas mengungkapkan hal tersebut saat dihubungi pada Senin malam, 30 Maret 2026. Menurutnya, sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, Bobibos menarik minat dari berbagai negara, seperti Malaysia, Vietnam, Timor Leste, hingga Norwegia.

Namun, meskipun Iklas berharap Bobibos dapat diproduksi secara massal di dalam negeri, ia mengakui bahwa tidak ada titik terang yang muncul. Akhirnya, minat dari luar negeri pun ditindaklanjuti. Pada Desember 2025, Timor Leste dipilih sebagai negara pertama yang akan memproduksi Bobibos.

Iklas menyampaikan bahwa awalnya pihaknya enggan menerima kerja sama dengan negara mana pun. Namun, beberapa alasan membuat mereka akhirnya menerima tawaran tersebut. Pertama, Timor Leste merupakan negara yang paling agresif dalam menginginkan Bobibos diproduksi di sana. Kedua, Timor Leste sebelum tahun 2000-an masih menjadi bagian dari NKRI.

Saat ini, truk produksi Bobibos sedang dalam perjalanan menuju Timor Leste. Truk tersebut berangkat dari Indonesia pada Ahad, 29 Maret 2026, dan diperkirakan tiba di Timor Leste sekitar tanggal 10 April 2026.



Konferensi pers BBN Bobibos di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 11 November 2025. Tempo/M.A. Murthado

Kerja Sama dengan Perusahaan Pemerintah Timor Leste

Iklas menjelaskan bahwa PT. Inti Sinergi Formula melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perusahaan pemerintah Timor Leste, yaitu Timor Agronova SA. Setelah PKS terjalin, lahirlah perusahaan baru bernama Timor Agro Bobibos Energy SA (TB) yang akan bertanggung jawab atas produksi BBN Merah Putih Bobibos di negara tersebut.

Menurut Iklas, pihaknya menargetkan peluncuran Bobibos oleh Presiden Timor Leste pada akhir April 2026. Produksi awalnya akan mencapai 50 ribu liter per hari atau sekitar 1,5 juta liter per bulan. Iklas menyebutkan bahwa regulasi yang sulit diperoleh di Indonesia justru dibantu dan dipermudah di Timor Leste.

Proyek Pabrik di Luas Lahan 11 Ribu Hektare

Iklas menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah Timor Leste. Namun, setelah produksi massal di sana selesai, pihaknya akan melanjutkan dengan membangun pabrik di lahan seluas 11 ribu hektare. Lahan kosong tersebut akan dimanfaatkan untuk menanam padi, aren, atau sawit yang nantinya akan menjadi bahan baku Bobibos.

Iklas menjelaskan bahwa bahan baku BBN Bobibos tidak hanya terbatas pada jerami. Teknologi yang digunakan mampu mengubah bioetanol menjadi Hydrocarbo sintetis, sehingga menghasilkan BBN yang ramah lingkungan.

Potensi Pasar Global

Iklas mengungkapkan bahwa jika produksi massal di Timor Leste berhasil, negara-negara lain seperti Vietnam, Norwegia, dan Malaysia akan segera melakukan PKS dengan PT. Inti Sinergi Formula untuk memproduksi Bobibos di negara masing-masing. Iklas menyebut Timor Leste sebagai “negara kelinci percobaan” bagi Bobibos.

Dengan demikian, Bobibos tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan di Timor Leste, tetapi juga membuka peluang ekspansi ke pasar global. Proses produksi yang mulai berjalan di Timor Leste diharapkan menjadi awal dari pengembangan lebih lanjut produk ini di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *