SURABAYA – Persebaya Surabaya terus memperkuat pembinaan usia dini melalui program Persebaya Academy Football Festival. Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga ruang belajar sekaligus panggung bagi para siswa akademi untuk menunjukkan perkembangan kemampuan mereka.
Football Festival dirancang sebagai wadah menampilkan hasil latihan dengan konsep healthy competition yang mengedepankan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan, sesuai dengan tahap perkembangan usia pemain. Berbeda dari turnamen pada umumnya, kegiatan ini lebih menitikberatkan pengalaman bermain tanpa tekanan berlebih.
“Fokus utama bukan pada hasil akhir, melainkan proses pembelajaran, keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” ujar Intan Permatasari.
Salah satu keunikan program ini terletak pada sistem penilaian berbasis Champions Character. Setiap pertandingan dipantau pelatih yang tidak hanya menilai aspek teknis, tetapi juga sportivitas, kerja sama tim, hingga semangat juang pemain. Bahkan, pemain yang menunjukkan sikap positif berkesempatan memperoleh green card sebagai bentuk apresiasi.
Di akhir festival, penghargaan diberikan tidak hanya kepada tim terbaik, tetapi juga individu dengan performa menonjol, seperti Most Valuable Player (MVP), top scorer, best passer, hingga most defensive player.
Program ini dibagi dalam beberapa kategori usia, mulai dari Mini (6–8 tahun), Youngster (9–10 tahun), Junior (11–12 tahun), Prospect (13–14 tahun), hingga Future (15–18 tahun). Setiap kelompok usia mendapatkan pendekatan pembinaan yang berbeda.
Pada level Mini hingga Junior, skor pertandingan bahkan tidak ditampilkan guna menanamkan pemahaman bahwa kemenangan bukan tujuan utama. Sementara pada level yang lebih tinggi, pemain mulai dikenalkan pada taktik dan sistem permainan yang lebih kompleks, mengacu pada regulasi FIFA.
Football Festival digelar dalam empat seri setiap semester dengan format home-away, yakni pada Maret, Juni, September, dan Desember. Komposisi tim ditentukan melalui sistem undian (drawing) untuk menjaga keseimbangan kualitas antar tim.
Meski dikemas santai, program ini tetap didukung sistem analisis performa. Persebaya Academy bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam pencatatan dan pengolahan data statistik pemain.
Selain itu, seluruh peserta mendapatkan kesempatan bermain yang merata dengan aturan yang disesuaikan demi keselamatan, seperti pembatasan tackling keras pada kelompok usia tertentu.
Melalui konsep ini, Persebaya Academy tidak hanya membentuk pemain yang kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar sepak bola sejak dini.
“Lewat Football Festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan usia dini tidak selalu soal menang atau kalah. Yang terpenting adalah membangun karakter dan pengalaman bermain sebagai bekal masa depan,” pungkas Intan.






