Penutupan FGT 2026: Fokus pada Pengembangan Bakat Muda dan Pembentukan Karakter
Acara penutupan Freeport Grassroots Tournament (FGT) 2026 resmi berlangsung di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Sabtu (18/4/2026). Acara ini ditutup dengan penuh kebanggaan dan harapan besar terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Tanah Papua. Hadir dalam acara tersebut antara lain ketua PSSI Jayapura dan perwakilan dari berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.
Nathan Kum, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PT Freeport Indonesia (PTFI), menyampaikan sambutan yang menegaskan komitmen perusahaan dalam memajukan dunia olahraga, khususnya sepak bola usia dini di wilayah Papua. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam hormat dan apresiasi kepada perwakilan PSSI, para pelatih, orang tua, serta peserta yang hadir dari kategori usia 10 dan 12 tahun.
“Freeport Grassroots Tournament 2026 merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Freeport dan PSSI, yang kini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya sejak pertama kali digelar pada tahun 2024. Ajang ini kami hadirkan khusus sebagai wadah pengembangan talenta muda sepak bola di Tanah Papua,” ujar Nathan Kum.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya bertujuan untuk mencari juara semata, melainkan menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi anak-anak. Melalui pertandingan ini, para peserta diajak untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur olahraga, seperti sportivitas, fair play, serta sikap saling menghormati satu sama lain, yang menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Freeport memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua menuju visi Papua Unggul, dan salah satu jalur strategis yang kami tempuh adalah melalui pembinaan di bidang olahraga,” tambahnya.
Bukti Nyata Komitmen Freeport
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Freeport mendirikan Papua Football Academy (PFA) di Mimika. Akademi ini dirancang untuk membina talenta muda Papua secara menyeluruh, tidak hanya mengasah kemampuan teknik sepak bola, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan formal serta pembentukan karakter yang kuat bagi para siswanya.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan pelatih berstandar internasional, para siswa PFA telah aktif berkompetisi di berbagai level dan menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Hasil dari pembinaan yang terstruktur ini mulai membuahkan hasil yang gemilang:
- Pada tahun 2025, sebanyak 6 alumni PFA dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas U-17 Indonesia.
- Sementara di tahun 2026 ini, 3 siswa angkatan kedua PFA, yaitu Stenly Meyanu, Yance Glen Imbiri, dan Dolfi Salossa, turut dipanggil oleh Timnas U-17 Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan dan bertanding sebagai bagian dari persiapan tim menuju Piala Asia AFC U-17 2027.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan talenta-talenta berkualitas yang mampu bersaing di kancah nasional.
Harapan dan Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir sambutannya, Nathan Kum menyampaikan harapan besar agar pengalaman bertanding di FGT 2026 ini menjadi kenangan berharga yang menjunjung tinggi disiplin, kejujuran, dan semangat kebersamaan. “Kami berharap setelah acara ini selesai, adik-adik semua pulang dengan perasaan gembira, mental yang semakin kuat, serta motivasi yang membara untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan diri,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga rangkaian turnamen dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh makna. “Semoga ajang ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani bermimpi setinggi langit, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan kelak dapat berprestasi serta mengharumkan nama daerah maupun negara di tingkat nasional bahkan dunia,” pungkas Nathan Kum menutup sambutannya.






