Pelaku Pembunuhan Ibu Tiri Ditangkap di Periuk Tangerang

Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu Tiri di Kabupaten Tangerang

Kasus pembunuhan seorang perempuan di wilayah Kabupaten Tangerang telah berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Tangerang Selatan. Pria yang diduga sebagai pelaku, berinisial N, akhirnya berhasil ditangkap setelah sempat melarikan diri setelah kejadian.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui dari laporan masyarakat melalui layanan 110 pada Jumat (17/4/2026) malam. Warga menginformasikan adanya penemuan jenazah perempuan di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. Setelah menerima laporan tersebut, polisi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi kejadian, petugas menemukan seorang perempuan bernama Widyastuti dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka dan berlumuran darah. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, penyelidikan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi mengarah pada dugaan bahwa pelaku adalah anak tiri korban yang berada di lokasi kejadian sebelum melarikan diri. Pelaku diketahui sempat membawa sepeda motor dan telepon genggam milik korban.

Polisi kemudian melakukan pengejaran intensif berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan jejak pelarian pelaku di sejumlah wilayah Tangerang. Alhamdulillah, kurang dari 24 jam setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Saat proses penangkapan, pelaku disebut sempat memberikan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur untuk mengamankan situasi. Setelah berhasil diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait motif dan kronologi kejadian.

Saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Tangerang Selatan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Informasi Tambahan dari Warga Sekitar

Sebelum kejadian diketahui, pemilik kontrakan, Sinta, mengungkapkan bahwa ia sempat mendengar suara musik dengan volume keras dari rumah korban sejak siang hingga sore hari. Suara musik tersebut bahkan terdengar hingga ke rumah pemilik kontrakan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

“Musiknya memang kencang, sampai ke dalam rumah juga kedengeran. Tapi tidak ada yang curiga,” ucapnya. Dugaan sementara menyatakan bahwa musik sengaja diputar keras untuk menutupi suara kekerasan yang terjadi di dalam rumah kontrakan tersebut.

“Mungkin sengaja disetel keras supaya tidak kedengeran suara ribut atau teriakan,” kata Sinta.

Peristiwa itu baru diketahui setelah suami korban, Jumri, pulang kerja sekitar pukul 17.30 WIB dan menemukan istrinya dalam kondisi tidak sadar dan berlumuran darah di atas kasur.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *