Trump marah ancam hancurkan Iran, IRGC lanjutkan perang, siapkan rudal kecepatan tinggi

Kembali Teguh, Trump Ancam Iran Jika Kesepakatan Tak Terwujud

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap Iran dalam upaya mencapai kesepakatan bilateral. Dalam pernyataannya, Trump mengingatkan bahwa pihaknya bersiap untuk memperoleh persetujuan dari Teheran “dengan cara apa pun”, termasuk membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika diperlukan.

Trump melontarkan ancaman serius dengan memperingatkan kemungkinan penghancuran wilayah Iran apabila kesepakatan tidak tercapai. Ia juga menegaskan bahwa Washington telah menawarkan proposal yang disebutnya sebagai “tawaran yang adil dan dapat diterima” kepada Iran. Namun, ia mengingatkan bahwa jika proposal itu ditolak, maka Amerika Serikat siap mengambil tindakan militer dan ekonomi yang lebih keras.

Beberapa target strategis seperti pembangkit listrik dan jembatan disebut-sebut bisa menjadi sasaran apabila konflik meningkat. Trump bahkan menyatakan bahwa Iran “akan dipaksa untuk menyerah dengan cepat dan mudah” jika terus menolak kesepakatan tersebut.

Dalam laporan yang dikutip dari ABC News, Trump juga menuduh Iran telah melakukan pelanggaran besar terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati. Selain itu, ia menuduh Teheran telah melakukan aksi militer di Selat Hormuz, yang menurutnya merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata. Ia juga mengkritik keputusan Iran terkait penutupan selat tersebut, yang dinilainya sebagai langkah yang tidak masuk akal dan merugikan Iran sendiri.

Menurut Trump, penutupan jalur vital itu menyebabkan kerugian hingga 500 juta dolar AS per hari bagi Iran, sementara Amerika Serikat disebut tidak mengalami dampak signifikan, bahkan diuntungkan karena arus kapal dialihkan menuju wilayahnya.

Langkah Diplomasi dan Persiapan Militer

Langkah diplomatik tersebut disebut sebagai bagian dari upaya serius Washington untuk mencari jalan keluar dari ketegangan yang ada. Trump mengonfirmasi bahwa delegasi dari Amerika Serikat dijadwalkan berangkat ke Islamabad pada Senin (20/4/2026) malam untuk melanjutkan proses negosiasi. Meski retorikanya terdengar keras, Trump tetap menyampaikan keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka.

Namun, situasi ‘mengambang’ soal kesepakatan AS-Iran ini tampaknya membuat Teheran bersiap untuk mengantisipasi serangan berikutnya dari AS-Israel jika negosiasi benar-benar buntu.

Media Iran mengutip pernyataan komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC), Majid Mousavi, mengatakan kalau Iran saat ini sedang memodernisasi dan melengkapi kembali platform peluncur rudal dan drone-nya. Persiapan Iran menyiapkan kembali landasan dan peluncur-peluncur rudal ini diklaim melaju dengan kecepatan lebih cepat daripada sebelum perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan Mousavi dipublikasikan bersamaan dengan video yang memperlihatkan dirinya sedang memeriksa fasilitas rudal bawah tanah yang tidak disebutkan lokasinya. Video tersebut juga menyertakan cuplikan drone, rudal, dan landasan peluncuran di dalam fasilitas bawah tanah, serta landasan peluncuran rudal di darat.

Salah satu tujuan perang Amerika-Israel terhadap Iran, yang meletus pada 28 Februari, adalah untuk melenyapkan kemampuan rudal Iran. Dengan persiapan yang semakin matang, Iran tampaknya siap untuk menghadapi ancaman apa pun yang datang dari pihak asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *