BI Jatim Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Perempuan Lewat Pameran

Teks Foto : Kepala Perwakilan BI Jatim Jatim, Ibrahim saat membuka Pameran Museum Bersama 2026 di Surabaya. (Foto : capture Instagram @bank_indonesia_jatim)

SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan Pameran Museum Bersama 2026 bertajuk “Women of Light: Tracing Courage Across Time” di De Javasche Bank Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada 25–28 April 2026 ini menjadi tahun kedua penyelenggaraan, dengan mengusung semangat mengenang sekaligus meneladani perjuangan tokoh perempuan lintas zaman.

Tak sekadar pameran, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kebanksentralan serta program Tapak Tilas Urbanisasi Surabaya melalui Tour Bus SSCT yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim menyampaikan bahwa tema yang diangkat menjadi refleksi atas besarnya kontribusi perempuan dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah telah mencatat peran penting perempuan yang mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan.

“Perjalanan para tokoh perempuan menunjukkan keberanian dan dedikasi yang patut diteladani. Ini bukan hanya cerita masa lalu, tetapi inspirasi bagi generasi masa kini untuk terus berkontribusi,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat mendorong generasi muda untuk lebih percaya diri, berani mengambil peran, serta menjadi agen perubahan di masa depan.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bi Sukma Kurniawati, yang hadir mewakili Wali Kota, mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia Jawa Timur dalam menghadirkan pameran yang edukatif dan relevan.

Menurutnya, museum kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang dinamis, tidak lagi sekadar tempat menyimpan artefak sejarah.

“Pendekatan yang interaktif seperti ini menjadi kunci agar generasi muda tertarik datang, belajar, dan memahami sejarah dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan,” ungkapnya.

Pameran ini dibagi ke dalam tiga zona tematik yang masing-masing menghadirkan narasi berbeda. Zona “Pembuka Jalan” menampilkan kontribusi dari Museum Kartini Rembang, Museum Pergerakan Wanita Jogja, serta Museum Kebangkitan Nasional.

Kemudian, Zona “Peneguh Langkah” menghadirkan kisah perjuangan melalui Museum Tugu Pahlawan dan Museum Dr. Soetomo. Adapun Zona “Pengukir Identitas Bangsa” menampilkan peran institusi melalui Museum Bank Indonesia dan Museum Nasional Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif guna memberikan pengalaman edukatif yang lebih mendalam kepada pengunjung. Melalui pendekatan ini, diharapkan literasi sejarah dan rasa kebangsaan masyarakat dapat semakin diperkuat.