Kapolri Menekankan Pentingnya Sinergi dalam Jaga Stabilitas Keamanan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi antar elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan. Hal ini disampaikan saat membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam. Kegiatan tersebut digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026). Kehadiran Kapolri sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Polri dan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti perkembangan teknologi yang membawa tantangan baru. Penyalahgunaan teknologi disebut memicu maraknya misinformasi dan berbagai bentuk kejahatan. Ia juga menyinggung ancaman lain seperti narkoba, kejahatan siber, dan kekerasan seksual. Menurutnya, kondisi ini membutuhkan penanganan bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Tentunya harapan kita PERSIS dengan seluruh kekuatan dan kader yang dimiliki bisa bekerja sama dengan kami dengan Polri. Karena kami juga tentunya menyadari bahwa Polri tidak akan bisa berdiri sendiri, Polri tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen bangsa,” kata Sigit.
Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dukungan dari organisasi seperti Persatuan Islam dinilai sangat penting. Ia berharap hubungan antara Polri dan PERSIS semakin kuat ke depan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Oleh karena itu tentunya saya mengharap ke depan kolaborasi persahabatan rasa kekeluargaan yang dimiliki Polri dan PERSIS akan terus terjalin dengan semakin baik, semakin kuat dan kita yakin bahwa dengan kita bersama-sama kita akan menghadapi berbagai tantangan bangsa yang kita hadapi sehingga kita bisa menjalankan apa yang menjadi amanat nasional,” ujarnya.
Tantangan Global dan Peran Generasi Muda
Kapolri juga menyoroti situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Dampaknya dirasakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia menyebut pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas melalui berbagai program. Dalam konteks ini, peran generasi muda dinilai sangat penting.
“Jadi ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama dan tentunya ini juga menjadi tugas dan PR dari para pemuda khususnya yang nanti akan menghadapi hal-hal seperti ini dan bagaimana kita bisa eksis, bisa ikut berkontribusi dan memiliki semangat untuk bersama-sama menjaga dan menghadapi situasi yang ada,” ucap Sigit.
Nilai Persatuan sebagai Kunci Kesatuan Bangsa
Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai persatuan. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, sejarah bangsa menunjukkan bahwa persatuan mampu membawa Indonesia melewati masa sulit. Nilai tersebut perlu terus dijaga di tengah perbedaan.
“Kalau kita semua memiliki semangat yang sama, memiliki rasa persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang memang itu menjadi karunia bagi bangsa Indonesia,” tutup Sigit.






