BISNIS  

LAKUEMAS Jawab Kebutuhan Investor di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

SURABAYA – Berakhirnya kepemimpinan Jerome Powell di Federal Reserve menandai fase baru dalam dinamika kebijakan moneter global. Sejak menjabat pada 2018, Powell dikenal dengan langkah-langkah agresif, mulai dari mempertahankan suku bunga rendah saat pandemi hingga menaikkannya secara tajam guna menekan inflasi.

Dalam pertemuan terakhir Federal Open Market Committee pada 29 April 2026, bank sentral AS memutuskan menahan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Kebijakan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, namun tidak serta-merta meredakan kekhawatiran pelaku ekonomi global.

Pasalnya, tongkat estafet kepemimpinan akan segera beralih kepada Kevin Warsh pada Juni mendatang. Transisi ini memunculkan ketidakpastian baru, terutama terkait arah kebijakan suku bunga ke depan dan respons terhadap tekanan inflasi yang masih membayangi.

Di tengah situasi tersebut, harga emas global menunjukkan volatilitas. Pada akhir April 2026, harga emas sempat terkoreksi ke kisaran USD 4.600 per troy ounce setelah sebelumnya berada di level yang lebih tinggi. Pergerakan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, lonjakan harga energi, hingga kebijakan suku bunga yang masih relatif tinggi.

Kondisi tersebut kembali menegaskan peran emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Meski dalam jangka pendek dapat tertekan oleh tingginya suku bunga, dalam jangka panjang emas tetap menjadi pilihan utama saat ketidakpastian global meningkat.

Perubahan lanskap ekonomi ini mendorong investor untuk lebih adaptif. Banyak pelaku pasar mulai menyusun portofolio yang lebih tahan terhadap berbagai kemungkinan, alih-alih menunggu kepastian yang belum tentu datang dalam waktu dekat.

Menjawab kebutuhan tersebut, LAKUEMAS hadir sebagai solusi investasi emas digital yang menawarkan akses mudah, aman, dan transparan. Dengan sistem kepemilikan berbasis emas fisik 1:1, setiap gram emas yang dimiliki pengguna memiliki underlying nyata.

“Di tengah ketidakpastian global seperti saat ini, yang terpenting bukan menunggu kondisi ideal, tetapi mulai mengambil langkah yang tepat. Emas telah terbukti sebagai aset yang mampu menjaga nilai dari waktu ke waktu,” ujar Esther Napitupulu, Brand Manager LAKUEMAS.

Melalui platform ini, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal fleksibel dan bertahap, sehingga memudahkan penyusunan strategi keuangan jangka panjang yang lebih terencana.

Sebagai bagian dari ekosistem Central Mega Kencana, LAKUEMAS juga didukung jaringan ritel seperti MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler. Layanan yang ditawarkan mencakup jual beli, buyback, hingga gadai emas, baik secara daring maupun luring.

Selain itu, platform ini telah mengantongi izin dari BAPPEBTI, memastikan setiap transaksi dilakukan secara transparan dengan standar keamanan yang terjaga.