Kericuhan di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Promosi ke Liga 1
Kericuhan terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, setelah tim sepak bola Persipura Jayapura gagal promosi ke Liga 1. Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC dalam pertandingan babak playoff promosi yang digelar pada Jumat (8/5/2026) memicu emosi pendukung yang akhirnya berujung pada tindakan anarkis.
Manajer Persipura, Owen Rahadian, menduga adanya oknum luar yang sengaja memprovokasi massa untuk memperkeruh suasana. Ia menilai pola kericuhan tersebut tidak mencerminkan sikap suporter setia Persipura yang selama ini dikenal tertib dan santun. Pihak manajemen juga mencatat sejumlah kerusakan fasilitas stadion serta kehilangan kendaraan milik pengunjung.
Owen menyatakan keprihatinan mendalam bagi para korban yang terdampak langsung oleh insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa sepanjang musim ini, pertandingan Persipura berjalan baik dan suporter sangat tertib. Namun, kekecewaan atas kegagalan promosi ternoda oleh aksi kerusuhan yang diduga melibatkan pihak luar.
Investigasi Bersama Aparat Keamanan
Pihak manajemen Persipura kini bergerak cepat bersama panitia pelaksana dan aparat kepolisian untuk melakukan investigasi menyeluruh. Langkah hukum ini diambil guna mengidentifikasi aktor intelektual di balik perusakan dan provokasi massa.
“Kami mendukung proses investigasi dari kepolisian. Karena dari yang terlihat, ada indikasi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi kemarin,” tegas Owen.
Stadion megah yang diresmikan pada Oktober 2020 untuk persiapan PON XX 2021 Papua tersebut biasanya menjadi tempat rekreasi bagi lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga lansia yang ingin menikmati hiburan olahraga. Namun, kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Aksi Gotong Royong Warga Sentani
Di tengah duka akibat kekalahan dan kerusuhan, muncul aksi solidaritas yang mengharukan dari warga Kabupaten Jayapura. Sejumlah masyarakat dari wilayah Sentani dan sekitarnya datang secara sukarela untuk membersihkan puing-puing serta sampah di area stadion.
Aksi gotong royong warga tersebut menjadi oase di tengah sorotan negatif yang tertuju pada sepakbola Papua pasca-pertandingan. Kepedulian kolektif ini membuktikan bahwa kecintaan masyarakat terhadap aset daerah masih jauh lebih kuat dibandingkan pengaruh provokator.
“Saya datang ke stadion tadi siang dan melihat banyak masyarakat ikut membersihkan stadion. Itu yang menurut saya perlu disorot juga, karena menunjukkan kepedulian masyarakat Papua terhadap stadion kebanggaan mereka,” tambah Owen.
Perombakan Total untuk Masa Depan Persipura
Kegagalan promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia pada tahun ini akan menjadi titik balik bagi manajemen untuk melakukan perombakan total. Owen memastikan bahwa Persipura tidak akan terpuruk dalam waktu lama dan segera mengevaluasi secara teknis maupun non-teknis.
Klub berkomitmen untuk memperkuat fondasi tim demi mengembalikan kejayaan Persipura di masa mendatang. “Kami tentu menyadari bahwa proses pembangunan skuad yang tangguh memerlukan waktu dan dukungan moral yang konsisten dari seluruh elemen pecinta sepakbola,” tutup Owen.






