DAIRI — Ratusan kepala keluarga di Desa Sinar Pagi mengeluhkan ketiadaan pelayanan kesehatan dasar, khususnya tenaga bidan desa, yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Kondisi tersebut terungkap saat perwakilan warga yang tergabung dalam Organisasi Perempuan Desa Sinar Pagi melakukan audiensi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, untuk menyampaikan langsung kondisi darurat layanan kesehatan di wilayah mereka.
Staf Advokasi Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) Rikayani Sihombing, yang mendampingi warga, mengatakan bahwa absennya bidan desa telah berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil, balita, dan lansia.
“Sudah dua tahun desa kami tidak memiliki bidan tetap. Ini sangat berdampak pada pelayanan kesehatan dasar masyarakat,” ujarnya.
Menurut warga, untuk mendapatkan layanan kesehatan, mereka harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer menuju desa lain dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah dan minim infrastruktur. Dalam situasi darurat, akses tersebut dinilai sangat menyulitkan.
Perwakilan warga, Basaria Situmorang, menyebut biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan juga sangat memberatkan. “Kalau naik ojek atau mobil, sekali jalan bisa Rp80 ribu. Pulang pergi Rp160 ribu. Ini sangat berat bagi warga kurang mampu,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Layasna Berutu, yang menilai pelayanan kesehatan dan infrastruktur di desa mereka masih sangat tertinggal meski Indonesia telah lama merdeka.
“Jalan kami belum aspal, akses kesehatan tidak ada. Kami sudah berulang kali menyurati dinas, tapi belum ada solusi nyata,” ujarnya.
Warga juga mengaku selama ini hanya mendapatkan layanan Posyandu yang tidak rutin karena bidan hanya datang sesekali tanpa penempatan permanen di desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Puskesmas Tanah Pinem melalui Rismanto Berutu menyatakan telah berkoordinasi untuk penempatan bidan baru dan sedang mengurus administrasi terkait.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi melalui perwakilannya menyampaikan bahwa aspirasi warga akan diteruskan kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti, meski belum dapat memastikan waktu realisasi penempatan tenaga kesehatan tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Dairi segera mengambil langkah konkret, mengingat kekosongan bidan selama dua tahun dinilai telah mengancam hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang layak.
Masalah Struktural yang Menghambat Akses Kesehatan
Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab ketidaktersediaan layanan kesehatan di Desa Sinar Pagi antara lain:
- Kurangnya tenaga medis – Tidak adanya tenaga bidan tetap menyebabkan kesulitan dalam pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil dan bayi.
- Infrastruktur yang tidak memadai – Jalan-jalan di desa masih berupa tanah, sehingga sulit diakses oleh kendaraan bermotor.
- Biaya transportasi yang tinggi – Warga harus mengeluarkan biaya besar untuk mencari layanan kesehatan di desa tetangga.
- Keterbatasan layanan Posyandu – Layanan kesehatan dasar yang tersedia tidak rutin dan tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya yang Dilakukan Warga
Warga Desa Sinar Pagi telah melakukan beberapa upaya untuk memperbaiki kondisi ini, antara lain:
- Mengajukan surat ke dinas kesehatan – Beberapa kali warga mengirimkan surat permohonan bantuan dan solusi.
- Menggelar audiensi – Melalui organisasi perempuan setempat, warga menyampaikan keluhan secara langsung ke instansi terkait.
- Mendampingi oleh lembaga advokasi – Bantuan dari yayasan seperti YDPK membantu memperkuat suara warga dalam menyampaikan aspirasi.
Tanggapan Pihak Terkait
Pihak Puskesmas Tanah Pinem mengatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi untuk menempatkan bidan baru di desa tersebut. Meski begitu, proses administrasi masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan tenaga tersebut akan tiba.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi menyatakan bahwa aspirasi warga akan diteruskan ke pimpinan daerah untuk segera ditindaklanjuti. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai rencana perekrutan tenaga kesehatan.
Harapan Masyarakat
Warga Desa Sinar Pagi berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Mereka menilai bahwa kekosongan bidan selama dua tahun telah mengancam hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang layak.
Dengan adanya solusi yang cepat dan efektif, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau menghadapi risiko kesehatan yang tinggi.






