BERITA  

Indonesia Siap Punya Jaringan Koperasi Desa Terbesar Dunia!

Kemenkop Perkuat Ekonomi Akar Rumput Melalui Rakornas KDKMP

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat bawah melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan tema “Kolaborasi Nasional Untuk Percepatan Implementasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)”. Acara ini digelar di Jakarta pada Rabu (13/5), dan menjadi momen penting dalam upaya mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas yang membidangi koperasi dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Turut hadir mendampingi Menteri Koperasi Ferry, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, serta jajaran eselon I dan II. Pertemuan ini menjadi wadah untuk merancang langkah-langkah konkret dalam mendorong pengembangan KDKMP.

Gotong Royong Menuju Operasionalisasi

Menteri Koperasi Ferry memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang telah berhasil mewujudkan pembentukan badan hukum KDKMP. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat krusial agar program strategis nasional ini tidak berhenti di atas kertas, namun benar-benar menyentuh masyarakat.

“Saya mengapresiasi semua Kepala Dinas Koperasi karena kita berhasil melaksanakan Instruksi Presiden tentang pembentukan badan hukum KDKMP. Tanpa keterlibatan semua pihak, program ini sulit dilakukan,” tegas Menkop Ferry.

Tahap awal operasionalisasi akan difokuskan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan total 1.061 unit yang akan diresmikan. Sebagai simbol peresmian nasional, KDKMP di wilayah Nganjuk, Jawa Timur, dipilih sebagai titik awal pengoperasian.

Progres Fisik dan Target Global

Hingga saat ini (13/5), progres pembangunan fisik KDKMP menunjukkan angka yang mengesankan:

  • 37.327 unit KDKMP sedang dan telah dibangun di seluruh Indonesia.
  • 8.927 unit di antaranya sudah selesai 100 persen, lengkap dengan gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya.

Menkop Ferry menekankan bahwa keberhasilan KDKMP tidak hanya diukur dari fisik bangunan, melainkan fungsinya sebagai simpul ekonomi desa. KDKMP wajib menjalankan tiga peran utama:

  • Menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
  • Menyerap hasil produksi lokal penduduk desa.
  • Menjadi penyalur program-program strategis pemerintah pusat.

Jika target pembangunan 83 ribu KDKMP tercapai dan beroperasi dengan baik, Indonesia akan mengukuhkan diri sebagai negara dengan jaringan koperasi desa terbesar dan tersukses di dunia.

Payung Hukum dan Rekrutmen SDM

Untuk memastikan kelancaran operasional, Kemenkop tengah mengawal penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) baru yang drafnya telah diajukan ke Kementerian Sekretariat Negara. Inpres ini akan menjadi panduan komprehensif yang mengatur:

  • Model bisnis koperasi.
  • Proses rekrutmen SDM profesional untuk manajemen koperasi.
  • Implementasi Sistem Informasi Manajemen yang modern.

Koperasi Sebagai Panglima Ekonomi Nasional

Melalui Rakornas ini, Menkop berharap KDKMP dapat menjadi lembaga ekonomi utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat.

“Semoga perjuangan kita ini menjadi langkah besar membangun perekonomian rakyat yang mandiri, kuat, dan sejahtera, serta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional yang sesungguhnya,” pungkas Menkop Ferry menutup arahannya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *