seni  

Atelier Riri Memulai Babak Baru ALLO

Perayaan 15 Tahun Atelier Riri dengan Soft Launching Buku A Life Less Ordinary

Biro arsitektur Atelier Riri merayakan perjalanan 15 tahunnya melalui soft launching buku A Life Less Ordinary (ALLO) dalam acara bertajuk Where Do We Go from Here? pada 6 Mei 2026 di Teka Showroom.

Acara ini menjadi langkah awal Atelier Riri sebelum memperkenalkan buku secara lebih luas. Selain itu, acara ini juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana sebuah rumah dapat menjadi tempat paling personal bagi penghuninya. Kalimat Where Do We Go from Here? dipilih sebagai simbol dalam mengajak publik memahami makna pulang dengan lebih emosional, intim, dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Atelier Riri didirikan oleh arsitek Novriansyah Yakub atau yang dikenal sebagai Riri Yakub. Biro arsitektur ini berkembang sejak mulai dirintis pada tahun 2005 sebelum resmi berdiri pada 2010. Hingga kini, biro arsitek ini terus berevolusi lewat karya di bidang arsitektur, interior, lanskap, hingga desain produk dengan pendekatan yang mengutamakan fungsi, estetika, dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya.

Menjelajahi Makna Pulang Lewat ALLO

Bagi Riri Yakub, rumah terbaik bukan sekadar bangunan yang indah secara visual, melainkan ruang yang mampu merepresentasikan jiwa penghuninya. Filosofi inilah yang kemudian dirangkum dalam ALLO. Tempat tinggal dianggap sebagai ruang hidup yang tumbuh bersama karakter dan perjalanan manusia yang tinggal di dalamnya.

Di tengah dominasi era digital, arsitek juga menyoroti pentingnya kehadiran buku fisik sebagai medium dokumentasi pemikiran yang lebih abadi. Menurutnya, buku menyimpan memori, proses belajar, sekaligus nilai yang dapat diwariskan lintas generasi. Melalui ALLO, Atelier Riri berharap dapat menghadirkan panduan yang membantu publik memahami hubungan mendalam antara manusia, ruang, dan cara mereka merayakan kehidupan sehari-hari.

15 Tahun Atelier Riri

Perayaan ini sekaligus menjadi penanda atas perjalanan panjang Atelier Riri dalam membangun arsitektur adaptif di Indonesia selama satu setengah dekade terakhir. Konsistensi tersebut terlihat melalui berbagai karya yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama.



Para tamu diajak menikmati kurasi karya Atelier Riri selama 15 tahun terakhir serta bincang hangat seputar topik terkait buku ALLO. Pengalaman tersebut semakin mendalam lewat workshop interaktif yang mengajak peserta membayangkan rumah impian berdasarkan karakter diri masing-masing. Dirancang bersama Zaison & Co, keseluruhan alur acara berhasil menerjemahkan narasi arsitektur menjadi perjalanan emosional yang membantu setiap individu menemukan hubungan yang lebih jujur antara dirinya dengan ruang yang mereka huni.

Pameran A Life Less Ordinary pada Jelang Akhir Tahun 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *