BERITA  

Swedia Bantu Ukraina: 16 Pesawat Gripen Dikirim, Zelensky Targetkan 150 Jet Tempur

Perang Rusia-Ukraina Memasuki Hari ke-1.556 dengan Intensitas yang Kembali Meningkat

Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.556 pada Jumat (29/5/2026), dengan intensitas pertempuran kembali meningkat di sejumlah sektor garis depan. Konflik berskala penuh antara kedua negara bermula pada Februari 2022 ketika Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi militer besar ke wilayah Ukraina. Namun, ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung lebih lama, sejak 2014 ketika Rusia mencaplok Krimea dan konflik di kawasan Donbas mulai pecah.

Hingga kini, perang masih berlanjut tanpa tanda penyelesaian, dipicu oleh sengketa wilayah, isu keamanan, serta dukungan militer negara-negara Barat kepada Ukraina.

Swedia Kirim Jet Tempur Gripen ke Ukraina

Di tengah situasi tersebut, Swedia mengumumkan rencana pengiriman 16 jet tempur Gripen kepada Ukraina yang akan mulai disalurkan pada awal 2027. Pengumuman itu disampaikan saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi pangkalan udara di Uppsala, Swedia. Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson mengatakan seluruh jet tempur tersebut akan dikirim pada awal 2027.

“Ini adalah keputusan bersejarah bagi Swedia, tetapi juga secara signifikan memperkuat pertahanan udara Ukraina,” kata Kristersson. Langkah Stockholm dinilai menjadi salah satu bantuan militer terbesar Swedia sejak perang Rusia-Ukraina pecah. Pengiriman Gripen diperkirakan akan meningkatkan kemampuan Ukraina menghadapi serangan udara Rusia yang terus meningkat.

Ukraina Incar Pembelian 150 Jet Gripen E

Swedia dan Ukraina tengah mempercepat pembicaraan terkait pembelian jet tempur Gripen E generasi terbaru. Perdana Menteri (PM) Swedia, Ulf Kristersson mengatakan kesepakatan akhir ditargetkan rampung secepat mungkin. “Tujuannya adalah untuk segera menyelesaikan kesepakatan akhir dengan pengiriman mulai tahun 2030,” ujar Kristersson. Dalam skema kerja sama jangka panjang, Ukraina disebut dapat membeli hingga 150 unit Gripen E.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berharap seluruh proyek itu bisa memperoleh dukungan pendanaan internasional. “Kami berharap dapat mengamankan pembiayaan untuk semuanya,” kata Zelensky. Gripen E menjadi sorotan karena mampu membawa rudal udara-ke-udara Meteor buatan Eropa yang dikenal memiliki daya jangkau tinggi dan kemampuan tempur canggih.

Kongres AS Desak Tambahan Rudal untuk Ukraina

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mendukung permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait tambahan rudal pertahanan udara. Dukungan itu muncul usai delegasi anggota parlemen AS bertemu Zelensky di Kyiv. Senator Demokrat Richard Blumenthal berharap Washington segera menyetujui permintaan tersebut. “Harapan dan ekspektasi saya adalah Amerika akan menanggapi permintaan ini secara positif,” kata Blumenthal. Pernyataan itu disampaikan bersama anggota DPR AS Jim Himes yang juga mendukung penguatan sistem pertahanan Ukraina.

Tekanan terhadap Washington meningkat di tengah intensitas serangan udara Rusia ke berbagai kota Ukraina.

Perang Iran Hambat Bantuan AS ke Ukraina

Anggota DPR AS Jim Himes mengakui perang Amerika Serikat melawan Iran mulai memengaruhi dukungan militer untuk Ukraina. Himes mengatakan, sebagian besar material militer Washington kini terserap ke kawasan Teluk Persia. “Konflik itu perlu diakhiri kemarin karena banyak alasan,” kata Himes. “Material yang saat ini digunakan di Teluk Persia perlu digunakan untuk pertahanan kita dan perlu diberikan kepada Ukraina,” lanjutnya. Pernyataan itu menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di Washington terkait keterbatasan stok senjata AS di tengah dua konflik besar sekaligus.

AS Murka ke Rusia di PBB

Amerika Serikat (AS) melontarkan kritik keras kepada Rusia dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Wakil duta besar AS untuk PBB Tammy Bruce mengecam serangan besar Rusia ke Kyiv. Bruce menyebut, penggunaan rudal balistik Oreshnik sebagai “eskalasi yang tidak dapat dijelaskan, berbahaya, dan biadab”. “Kami memperingatkan Rusia untuk tidak melancarkan apa yang disebut serangan sistematis terhadap Kyiv,” tegas Bruce. Menurut AS, serangan tersebut berisiko menimbulkan lebih banyak korban sipil dan merusak peluang perdamaian. Namun Moskow disebut mengabaikan kecaman tersebut.

Sementara itu, diplomat tertinggi Uni Eropa Kaja Kallas menilai posisi Rusia semakin tertekan. “Dinamika perang bergeser menguntungkan Ukraina,” kata Kallas. Ia menilai, Rusia kini menghadapi tekanan militer, ekonomi, dan diplomatik sekaligus. Kallas juga menegaskan, Eropa tidak akan menjadi mediator netral dalam perang tersebut. “Eropa tidak akan pernah menjadi mediator netral antara Rusia dan Ukraina karena kami berada di pihak Ukraina,” ujarnya. Uni Eropa menuntut gencatan senjata tanpa syarat sebagai syarat utama menuju negosiasi damai.

Militer Ukraina Gempur Kilang Minyak Rusia

Militer Ukraina kembali melancarkan serangan ke kilang minyak Rusia di Tuapse, kawasan Laut Hitam. Fasilitas energi tersebut sebelumnya sudah beberapa kali menjadi target serangan Ukraina. Staf umum militer Ukraina mengatakan api dan asap terlihat membubung dari area kilang setelah serangan berlangsung. Tingkat kerusakan fasilitas itu masih dalam proses penilaian. Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia menjadi bagian dari strategi Kyiv untuk menekan logistik dan pasokan bahan bakar Moskow.

Drone Hantam Apartemen di Rumania

Sebuah drone dilaporkan menghantam bangunan apartemen di kota Galati, Rumania, dekat perbatasan Ukraina. Media lokal Pro Lider FM menyebut, bangunan tersebut mengalami kerusakan cukup serius. Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden itu. Di wilayah lain, drone tanpa bahan peledak ditemukan di Basesti, Kabupaten Maramures, Rumania barat laut. Pihak berwenang langsung mengamankan area lokasi penemuan drone tersebut. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran meluasnya dampak perang Ukraina ke wilayah negara-negara NATO di Eropa Timur.

Drone Serang Kapal Minyak Rusia di Laut Hitam

Tiga kapal tanker minyak yang terkait ekspor minyak Rusia dilaporkan diserang drone di Laut Hitam dekat Turki. Menurut agen pelayaran Tribeca Shipping, kapal tersebut merupakan bagian dari “armada bayangan” Rusia untuk menghindari sanksi Barat. Kapal yang diserang masing-masing adalah James II berbendera Palau serta Altura dan Velora berbendera Sierra Leone. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat tanpa korban jiwa. Penjaga pantai Turki turut memberikan bantuan setelah serangan terjadi. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ukraina diketahui beberapa kali melancarkan operasi terhadap jalur pelayaran Rusia sejak perang pecah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *