BERITA  

Warga terjebak di lift RSUD Bulukumba, desakan audit proyek Rp22 miliar memuncak

Kecemasan Warga Bulukumba Setelah Lift Rumah Sakit Macet

Pada Rabu siang, 27 Mei 2026, bunyi palu yang menghantam pintu besi terdengar berkali-kali dari lorong gedung baru RSUD H.A. Sulthan Dg Radja Bulukumba. Sejumlah warga berkerumun di depan lift yang berhenti di antara lantai satu dan dua gedung Instalasi Pusat Jantung Terpadu. Suara warga meminta tolong terdengar dari balik pintu logam itu, karena mereka terjebak di dalam lift.

Video evakuasi singkat tersebut kemudian menyebar cepat di media sosial. Dalam rekaman, beberapa orang tampak panik sambil mencoba membuka paksa lift yang tidak bergerak. Salah satu pria yang berhasil keluar dari lift menyampaikan rasa syukur atas keselamatannya. Ia mengaku terjebak bersama tiga orang lainnya, termasuk seorang sopir ambulans, perawat, dan keluarga pasien. Mereka sedang menuju lantai dua untuk menjemput pasien yang akan dirujuk ke Makassar ketika lift mendadak berhenti.

Di dalam lift yang sempit dan pengap, mereka sempat khawatir bahwa pintu tidak bisa dibuka. “Untung belum ada pasien di dalam. Kalau ada pasien panik mungkin lain lagi ceritanya,” ujarnya.

Lorong rumah sakit tiba-tiba riuh. Beberapa keluarga pasien ikut mendekat. Ada yang merekam dengan telepon genggam, ada pula yang meminta petugas segera memanggil teknisi. Tak lama setelah video viral, percakapan publik bergeser dari sekadar lift macet menjadi pertanyaan lebih besar: apakah gedung baru RSUD Bulukumba benar-benar layak digunakan?

Masalah Akses Pasien di Gedung Baru

Pria yang terjebak di dalam lift juga menyoroti kondisi gedung baru rumah sakit yang menurutnya terlalu bergantung pada lift. Ia mengatakan akses tangga untuk kursi roda maupun ranjang pasien belum memadai. Hampir seluruh mobilitas pasien mengandalkan lift. “Semuanya harus pakai lift. Nah kalau begini siapa yang tanggung jawab?” katanya.

Direktur RSUD H.A. Sulthan Dg Radja Bulukumba, dr Rizal, membenarkan adanya gangguan pada lift gedung baru rumah sakit. “Sementara diperbaiki oleh tim teknisinya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi oleh awak media. Pernyataan itu belum meredakan kekhawatiran warga. Di media sosial, video lift macet terus dibagikan disertai komentar soal keselamatan pasien dan kualitas fasilitas gedung baru rumah sakit yang disebut menelan anggaran sekitar Rp22 miliar.

Desakan Audit Proyek RSUD Bulukumba

Di tengah ramainya sorotan publik, aktivis pemerhati pelayanan publik Suandi Bali melayangkan pengaduan terbuka kepada Bupati Bulukumba, Inspektorat, DPRD Bulukumba, Dinas Kesehatan, hingga aparat penegak hukum. Dalam surat terbuka, ia meminta audit teknis dan audit anggaran terhadap proyek pembangunan gedung baru RSUD Bulukumba.

“Insiden ini menyangkut keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum,” tulis Suandi. Ia menilai gangguan lift bukan semata persoalan teknis biasa. Ada dugaan lemahnya pengawasan pembangunan dan evaluasi fasilitas sebelum gedung digunakan.

Desakan audit itu muncul bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran warga terhadap fasilitas pelayanan kesehatan publik di Bulukumba. Apalagi gedung baru tersebut dibangun untuk menopang layanan jantung terpadu yang membutuhkan mobilitas cepat dan aman.

Hingga Kamis malam, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab lift berhenti di tengah lantai maupun hasil pemeriksaan teknis terhadap fasilitas tersebut. Sementara video warga membobol pintu lift terus beredar dari satu grup WhatsApp ke grup lain, meninggalkan satu pertanyaan yang terus dibicarakan warga Bulukumba: kalau lift rumah sakit saja bisa macet saat dipakai, seberapa siap sebenarnya gedung baru itu menghadapi situasi darurat?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *