BERITA  

Dispar undang 47 pembeli internasional eksplorasi Badung, ganggu konsentrasi wisatawan



bali.

BADUNG – Dinas Pariwisata (Dispar) Badung mengajak 47 buyer internasional peserta Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 untuk menjelajahi destinasi dan desa wisata di wilayah Badung Tengah dan Utara melalui program Post Tour.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Gala Dinner Raja Laya Concept di Jaba Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Karangdalem, Bongkasa Pertiwi, Minggu kemarin (31/5).

Sekretaris Dispar Badung Ni Kadek Ari Armaeni menyatakan bahwa post tour BBTF 2026 ini merupakan strategi promosi untuk mengenalkan potensi wisata dan produk craft di Badung Tengah dan Utara. Langkah ini diambil guna memecah konsentrasi kunjungan wisatawan asing yang selama ini masih terpusat di wilayah Badung Selatan.

“Kami berupaya mengarahkan wisatawan untuk mengenal potensi wisata dan produk craft yang dimiliki wilayah tengah dan utara,” ujar Ni Kadek Ari Armaeni.

Menurutnya, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperpanjang lama tinggal (length of stay). Paling penting, program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pengeluaran wisatawan selama berada di Kabupaten Badung.

“Dengan meningkatnya kunjungan, length of stay, dan spend money wisatawan, pengembangan desa wisata dan ekowisata dapat berjalan secara sustainable serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Badung,” kata Ni Kadek Ari Armaeni.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Badung I Ketut Gde Widiarta Negara menjelaskan bahwa para buyer diajak melihat langsung keunikan dan daya tarik desa wisata di Badung agar mereka memahami potensinya secara mendalam.

“Melalui kunjungan langsung ini, kami berharap para buyer dapat mengenal objek wisata Badung lebih dekat dan membantu mempromosikannya kepada wisatawan di negara masing-masing,” ucap I Ketut Gde Widiarta Negara.

Menurut I Ketut Gde Widiarta Negara, post tour merupakan sarana efektif untuk memperluas promosi internasional sekaligus mendukung pariwisata berkualitas yang berbasis lingkungan dan budaya.

Pemkab Badung saat ini fokus mengembangkan desa wisata guna memecah konsentrasi wisatawan yang selama ini menumpuk di kawasan selatan.

“Kami terus mengarahkan promosi ke Badung Tengah dan Utara, serta meningkatkan pembinaan desa wisata agar mampu menjadi destinasi yang berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Tujuan Utama Program Post Tour

Program Post Tour memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman para buyer internasional tentang potensi wisata di wilayah Badung Tengah dan Utara.
  • Membuka peluang kerja sama antara pemangku kepentingan lokal dengan pihak luar negeri dalam pengembangan pariwisata.
  • Memperluas jaringan promosi wisata secara global melalui partisipasi aktif para buyer.

Keuntungan yang Diharapkan

Beberapa keuntungan yang diharapkan dari program ini antara lain:

  • Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah Badung Tengah dan Utara.
  • Perpanjangan masa tinggal wisatawan di daerah tersebut.
  • Peningkatan pengeluaran wisatawan selama berada di Kabupaten Badung.
  • Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Strategi Pengembangan Wisata

Strategi pengembangan wisata yang diterapkan oleh Pemkab Badung mencakup beberapa aspek penting, seperti:

  • Fokus pada pengembangan desa wisata sebagai alternatif destinasi wisata yang tidak terlalu padat.
  • Meningkatkan kualitas dan daya saing desa wisata melalui pembinaan dan pelatihan.
  • Mengoptimalkan promosi wisata melalui acara seperti Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026.
  • Menjalin kerja sama dengan para buyer internasional untuk memperluas jaringan pasar wisata.

Kesimpulan

Program Post Tour BBTF 2026 yang dilaksanakan oleh Dispar Badung merupakan langkah strategis dalam upaya memperluas promosi wisata dan mengembangkan potensi pariwisata di wilayah Badung Tengah dan Utara. Dengan melibatkan para buyer internasional, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif baik bagi pengembangan ekonomi lokal maupun kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *