Rupiah melemah ancam minat umrah 2026



JAKARTA – Musim keberangkatan umrah tahun 2026 telah dimulai seiring berakhirnya musim haji. Namun, situasi perekonomian yang tidak stabil, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mulai memberikan dampak terhadap minat masyarakat untuk mendaftar umrah pada tahun ini.

Pemilik Travel Halal Wisata dan sekaligus Ketua Umum Asosiasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH), Andi Abdul Azis, menjelaskan bahwa fluktuasi kurs rupiah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya perjalanan ibadah umrah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar komponen biaya umrah menggunakan mata uang dolar AS.

Menurut Andi, jemaah yang telah melakukan pendaftaran tetap akan diberangkatkan sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, bagi calon jemaah yang belum melakukan pendaftaran, kemungkinan besar akan ada penyesuaian harga jika kondisi kurs terus mengalami tekanan.

“Tetap diberangkatkan jemaah yang sudah mendaftar. Jika jemaah belum mendaftar, akan ada negosiasi ulang untuk harga,” kata Andi Abdul Azis saat dikonfirmasi.

Pendaftar Umrah Diprediksi Menurun

Andi memperkirakan bahwa pelemahan rupiah dapat menyebabkan penurunan jumlah pendaftar umrah hingga 20% dibandingkan kondisi normal. Prediksi ini didasarkan pada tren pendaftaran yang terjadi di biro perjalanan yang dikelolanya.

Saat ini, jumlah calon jemaah yang telah mendaftar untuk keberangkatan umrah masih relatif rendah. Menurut Andi, jumlah pendaftar yang masuk baru mencapai sekitar 20% dari target biasanya diperoleh pada periode yang sama.

“Calon jemaah umrah yang sudah daftar sekarang hanya 20 persen. Kurang dari 100 orang, yaitu sekitar satu atau dua bus. Satu bus itu hanya 45 orang,” ujarnya.

Rendahnya angka pendaftaran tersebut mencerminkan sikap masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan ibadah di tengah kenaikan biaya yang dipicu oleh melemahnya kurs rupiah.

Biaya Umrah Berpotensi Naik Hingga 10%

Selain berdampak pada jumlah pendaftar, pelemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya paket umrah. Andi memperkirakan kenaikan biaya keberangkatan dapat mencapai sekitar 10% apabila kondisi kurs tidak kunjung membaik.

Kenaikan biaya tersebut dapat mendorong penyelenggara perjalanan umrah untuk melakukan penyesuaian harga paket. Alternatif lainnya adalah melakukan penyesuaian fasilitas yang diberikan kepada jemaah agar biaya operasional tetap dapat ditekan.

“Menaikkan harga, kalau tidak menurunkan fasilitas (jika kondisi rupiah terus melemah),” ucap Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *