Kabupaten Sigi Raih Penghargaan Terbaik I Pengendalian Inflasi di Tingkat Regional Sulawesi
Pemerintah Kabupaten Sigi kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan. Di tengah tantangan ekonomi nasional dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Kabupaten Sigi tampil sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi tingkat kabupaten. Prestasi ini diraih pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kendari.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi di bawah kepemimpinan Bupati Mohamad Rizal Intjenae. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai langkah strategis. Selain penghargaan, Kabupaten Sigi juga memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp3 miliar dari Kemendagri sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya dalam mengendalikan inflasi.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Sigi dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjaga distribusi kebutuhan masyarakat. Selain itu, intervensi pasar dilakukan saat terjadi gejolak harga untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Bupati Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen daerah. “Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sigi yang selama ini ikut menjaga stabilitas daerah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan menghadirkan program yang berpihak kepada rakyat,” ujar Rizal usai menerima penghargaan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai program strategis. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain penguatan sektor pertanian, menjaga distribusi bahan pokok, hingga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Proses Penilaian Penghargaan Dilakukan Secara Objektif
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa proses penilaian penghargaan dilakukan secara objektif berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan indikator Kemendagri. “Yang dinilai itu berbasis data kuantitatif dan tidak bisa dimanipulasi. Mulai dari inflasi, pengangguran, hingga kemiskinan semuanya mengacu pada data resmi,” kata Tito Karnavian.
Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Sulawesi sendiri menghadirkan 28 nominasi dalam empat kategori utama. Empat kategori tersebut adalah Pengendalian Inflasi, Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Pada kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Sigi berhasil meraih posisi Terbaik I dan berhak atas insentif fiskal sebesar Rp3 miliar. Selain Kabupaten Sigi, penghargaan kategori Pengendalian Inflasi tingkat provinsi diraih Pemerintah Provinsi Gorontalo, sedangkan tingkat kota diraih Pemerintah Kota Bitung.
Langkah Strategis untuk Mempertahankan Kestabilan Ekonomi
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi dalam pengendalian inflasi antara lain:
- Penguatan sektor pertanian: Melalui program-program yang mendukung produksi pangan lokal, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
- Jaminan distribusi bahan pokok: Memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional dan modern agar harga tetap stabil.
- Intervensi pasar: Mengambil langkah-langkah cepat saat terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, seperti pembatasan harga atau subsidi sementara.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk memantau perkembangan inflasi secara berkala. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang diambil dapat sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Dengan prestasi yang diraih, Pemerintah Kabupaten Sigi diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok.






