BEM UPH Surabaya Edukasi Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah Lewat EcoCare 2026

Teks Foto : Warga RW 1 Kedung Baruk antusias mengikuti sesi edukasi dan praktik pemilahan sampah dalam kegiatan EcoCare 2026 yang diinisiasi BEM UPH Kampus Surabaya. (ist)

SURABAYA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa. Melalui program bertajuk EcoCare 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Surabaya menggelar pelatihan pengolahan sampah organik dan limbah rumah tangga bagi warga RW 1 Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya, Sabtu (31/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 1 tersebut melibatkan sekitar 20 peserta, mayoritas ibu rumah tangga. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai cara mengelola sampah dari lingkungan keluarga sebagai langkah awal menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat.

Program EcoCare 2026 merupakan bagian dari kontribusi UPH Kampus Surabaya dalam mendukung program Kampung Pancasila yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai perguruan tinggi pendamping RW 1 Kedung Baruk, UPH melalui BEM memilih fokus pada isu lingkungan dengan menghadirkan program edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Mahasiswa berupaya membantu warga menghadapi persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di lingkungan permukiman. Pengelolaan sampah yang belum optimal kerap menyebabkan penumpukan limbah, memicu bau tidak sedap, hingga berpotensi mencemari tanah dan saluran air.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, EcoCare 2026 menghadirkan Kartika Pranoto, Founder CTU Education sekaligus praktisi di bidang chemical science dan pemerhati lingkungan.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta diajak memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, cara mengelola sampah organik, hingga berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.

Tak hanya mendapatkan materi, warga juga diajak mengikuti Race Pilah Sampah, sebuah permainan edukatif yang menguji kemampuan peserta dalam memilah sampah secara tepat dan cepat. Kegiatan tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi para peserta.

Ketua Panitia EcoCare 2026, Chelsea Florencia, mengaku senang melihat tingginya partisipasi warga selama kegiatan berlangsung.

“Senang sekali melihat ibu-ibu yang sangat antusias dengan acara ini. Pembicara hari ini juga bagus banget dan bisa relate sama warga di sini. Semoga warga RW 1 Kedung Baruk bisa terbantu dengan adanya kegiatan EcoCare,” ujarnya.

Sementara itu, Kartika Pranoto berharap ilmu yang dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Pengalamannya sangat menyenangkan bisa berbagi ilmu. Yang paling menyenangkan lagi adalah melihat antusiasme dari ibu-ibu. Berdasarkan studi, perempuan mempunyai peran penting dalam pengendalian polusi rumah tangga. Saya meyakini bahwa jika ibu-ibu menjadi garda terdepan pengendalian limbah rumah tangga, maka Indonesia yang lebih bersih bukan lagi sekadar angan-angan, tetapi masa depan yang bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Wakil Ketua BEM UPH Kampus Surabaya, Imelda Alodia Arditya, mengatakan keterlibatan aktif warga menjadi salah satu keberhasilan utama kegiatan tersebut.

“Keterlibatan aktif warga dalam setiap sesi menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi kami. Workshop pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama mengenai cara mengurangi dan memanfaatkan sampah organik secara lebih bijak,” katanya.

Menurut Imelda, melalui sesi praktik langsung dan Race Pilah Sampah, pihaknya berharap masyarakat terdorong untuk mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah di lingkungan RT maupun RW masing-masing, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.