BERITA  

Ayam Diserang Ular 2,2 Meter, Petugas Damkar Evakuasi

Kejadian Ular Sanca Memangsa Ayam di Ciamis

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis pada Jumat (5/6/2026) pagi. Seekor ular sanca dengan panjang sekitar 2,2 meter ditemukan sedang memangsa ayam milik warga. Peristiwa ini membuat pemilik kandang ayam, Nuhrawan (59), terkejut saat hendak memberi pakan ternaknya sekitar pukul 07.12 WIB.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga tentang keberadaan ular sanca berukuran besar di dalam kandang ayam. Menurutnya, pemilik kandang menghubungi petugas karena khawatir ular tersebut bisa membahayakan dirinya maupun ternak lainnya.

“Petugas Damkar langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka,” jelas Budi Rahmat.

Evakuasi dilakukan oleh tim UPTD Damkar Ciamis yang terdiri dari beberapa personel seperti Yayan Muliyansyah, Suheri, Hendra Gunawan, Nono Sudarsono, Rudy, Yedi Setiadi, Irvan Supyani, Iik Abdul Kholik, Bayu Robayana, dan Tian Andiana. Mereka menggunakan satu unit kendaraan operasional untuk menuju lokasi kejadian.

Setelah proses evakuasi selesai pada pukul 07.36 WIB, ular berhasil diamankan dan petugas kembali ke markas UPTD Damkar Ciamis untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan. Budi Rahmat menyatakan bahwa ular tersebut dalam kondisi aman dan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Menurut Budi, keberadaan ular sanca di lingkungan permukiman warga diduga karena mencari sumber makanan. Ayam ternak yang berada di kandang menjadi target predator tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa satwa liar sering kali masuk ke area pemukiman akibat kurangnya ruang hidup alami mereka.

Imbauan dari Petugas Damkar

Budi Rahmat mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar berbahaya di sekitar rumah maupun area peternakan. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh mencoba menangani sendiri jika menemukan ular berukuran besar atau satwa liar lainnya.

“Kami mengimbau warga agar segera hubungi petugas agar dapat ditangani dengan aman,” ujarnya.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap keberadaan satwa liar di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, pentingnya koordinasi antara warga dan instansi terkait seperti Damkar sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan bersama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *